Tuesday, June 17, 2014

20 Facts

Rules : Once you've been tagged, you're supposed to write a note with 20 random things, facts, habits, or goals about you. At the end, choose 10 people to tagged, you've to tag the person who tag you.

1. I don't like milk tea/thai tea/pull tea, anything that is basically tea combined with milk. Don't get me wrong, I love milk and tea, but individually.

2. I was named after my birth's procedure; caesar --> cessi :))

3. My hair is actually thick, curly, and frizzy like a lion's mane, and I got bullied a lot thanks to it. (Proof: http://instagram.com/p/koDpcHJhao/) In second year of junior high, I finally got my parents' approval to straighten my hair and voila here I am, after several attempts of smoothing.

4. I am what people mostly considered as an introvert (hello, an INFP here) and I don't think that neither introverts nor extroverts should make a big deal about it. Just embrace it. I don't see the point of bragging or complaining about it, because each has their own perks and downside :-)

5. I love writing as much as I love drawing, that's why I joined the game and wrote this post.

6. I own multiple accounts for each social media, especially text-based ones, also for multiple purposes (have I told you that I love writing?).

7. I don't like instrumental music. For me, vocal is the most pivotal part in a song and it gives a soul to the song (that's why I find it hard to like a song if the music is good as hell but the vocal is terrible). Also, you can't sing along to instrumental songs. I can make exception for some like Soil & "PIMP" Sessions and Joe Hisaishi, but still, I can't love them wholeheartedly like I love non-instrumental music.

8. Back in elementary high school, I used to be a die hard fan of rock-punk-emo music. When Linkin Park came to Indonesia, I came all the way to the airport just to see them. I even got Simple Plan's Chuck Comeau's original signature. I also had nicknames I made for my internet persona back then, Chzy/Chz/Chziie, influenced by Chester Bennington whose nickname was Chazy Chaz. (((maaf alay)))

9. My memory becomes very hazy these days and it's hard for me to remember details. I don't even know why.

10. I'm 20, I love plushies, and I still sleep with them.

11. I secretly dislikes Benedict Cumberbatch and I don't know why people are so obsessed over him. His face is weird and his name is a big joke. (fangirl rage in 3.. 2..) But that aside, he's indeed a good actor.

12. I'm in no position to say this but I really hate it when fangirls or fanboys hypersexualized my favorite characters and/or movies, e.g make aggravated yaoi pairings out of it, or make sexy personification of a kaiju/mecha. Just NO. (more fangirl and fanboy rage in 3.. 2..)

Scantily clad Pacific Rim's Jager personification, with underboobs here and there. Seriously, what's the point of wearing armors if you're exposing so much skin and wearing nothing underneath?

And what the hell happened to Muto?????? Guys, please, with all due respect, cut all the moe-sexy crap.

13. I reaaaally admire people who can be smart without being arrogant, snob, or self-righteous. It's hard to be very down to earth, genuine, and smart at the same time.

14. I'm quite sensitive; I cry easily especially when it comes to movies.

15. I'm a double pro: professional procrastinator. Help??? :-(

16. Like most of Indonesian people, I can't live without rice-based dishes. For me, a carb-free diet, no matter how effective, is a no no. You can tell me to cut my carbohydrate intake, but don't ever tell me to live without them.

17. I can't ride bicycles and motorcycles, can't drive cars as well. But at least I'm planning to learn how to drive a car. Uh.. Wish me luck?

18. I'm still learning English. I know I make heaps of grammatical mistakes here and there, and I don't mind being corrected.

19. I LOVE CATS (HOW IS IT POSSIBLE TO HATE SUCH LOVELY CREATURES??)

20. I collect posters, movie posters to be exact. Any idea on where to get them? (aside from relying on magazines or printing them myself)

Tuesday, April 29, 2014

17 Hal yang Ingin Dilakukan Sebelum Lulus Kuliah

Jadi intinya gue udah di penghujung tingkat 3 (semester 6), yang berarti kira-kira 1,5 tahun lagi gue bakal lulus (aamiiin). Udah bukan mahasiswa lagi dan kemungkinan besar bakal nggak di Bandung lagi. Padahal masih banyak hal yang pengen gue lakukan selagi gue masih berstatus mahasiswi disini. Dan ini dia list gue, dengan urutan acak:

1. Nonton SORE manggung live di Bandung
Kenapa SORE? Karena itu salah satu band lokal favorit gue, dan belom pernah nonton live-nya. Kenapa di Bandung? Karena kalo di Jakarta gue ribet kemana-mana. SORE udah beberapa kali manggung di Bandung, biasanya acara kampus lain, dan gue melewatkan semua itu huhu, entah itu karena masalah budget atau waktu. Mudah-mudahan ke depannya bisa nonton.

2. Dapet beasiswa
Alhamdulillah secara akademis gue memenuhi kalo mau apply beasiswa, sayangnya gue belom merasa butuh beasiswa sampe masuk tingkat 3 kemaren, ketika orangtua gue minta gue buat nyari beasiswa (ceritanya mereka baru tau kalo ternyata dapetin beasiswa itu nggak susah-susah banget). Awalnya gue nggak berniat ngambil karena mikir "ah gue berkecukupan kok, mending beasiswanya buat yang lebih membutuhkan aja" tapi makin kesini gue mikir kalo sekarang yang kerja kan tinggal nyokap aja, selain itu masih banyak pengeluaran, dan rasanya sayang aja gitu punya IP/IPK lumayan bagus tapi nggak kepake. (Lumayan uangnya bisa buat yang lain kan he he he..)

3. Ikut pameran yang sifatnya open submission
Sebenernya ini udah kepikiran dari gue tingkat 2 tapi kebetulan belom nemu acara yang tepat aja. Naaah, belom lama ini ada tuh yang namanya How To Draw Festival, ngadain open submission buat karya drawing, bebas ukuran, tema, sama medianya. Gue dengan begonya malah nggak ikutan karena merasa nggak keburu buat bikin karya baru DAN NGGAK KEPIKIRAN BUAT SUBMIT KARYA LAMA YANG PERNAH DIPAMERIN HUHUHU MAAF YA GUE EMOSI ABIS NYESEL SOALNYA PAMERANNYA KEREN.

4. Submit tulisan ke media
Ini sebenernya bisa kapan aja sih tapi entah kenapa gue mikirnya kalo masih kuliah enak, banyak wadah kayak majalah kampus, situs acara kampus, dan lain-lain. Ya seenggaknya nambahin porto lah sebelum nyoba submit ke majalah/situs 'beneran'. Gue ikut sih jadi writer di majalah unit tapi masalahnya: 1. Majalahnya nggak jalan, dan 2. Edisi pertama cuma jadi versi digital, itupun cuma disebar ke internal. Nggak puas lah. Oh ya sama 3. Gue di-assign ke rubrik yang materinya didapetin dari internet instead of bener-bener nulis sendiri.. Jadi ya gitu deh nggak maksimal.

5. Ngasdos
Yang ini sebenernya gue masih ragu-ragu. Gue tertarik sih ngasdosin salah satu matkul TPB yaitu Gambar Bentuk alias Gamtuk karena emang gue suka dan paling ngerti lah dibanding matkul lainnya, tapi agak minder juga soalnya asdos-asdos dari tahun-tahunnya sebelomnya sangat amat artsy dan berprestasi sedangkan gue butiran debu kosmik hahahahaha. Selain itu ternyata katanya cuma dibayar pake makan siang. Ya gapapa sih buat nambah pengalaman tapi gue juga masih takut, takutnya tingkat 4 hectic dan gue malah nggak bisa ngatur waktu. Oh ya, sempet kepikiran juga sih buat ngajar di Villa Merah, tempat gue les gambar dulu.

6. Ke Bukit Moko
Buat yang nggak tau, Bukit Moko ini emang terkenal sebagai salah satu spot bagus di Bandung, kalo nggak percaya nonton ini aja. Tapi sayang tempatnya jauh di Bandung atas tas tas dan medannya susah (alias harus naik mobil) sedangkan gue nggak ada kendaraan, orang yang mau diajak kesana pun paling banter kendaraannya motor, nggak kuat euy kalo boncengan haha. Mungkin kapan-kapan kalo berhasil ngerayu temen buat minjem mobil kali ya.

7. Ke Dusun Bambu
Alesannya sama kayak nomer 6, tempatnya emang jauh di Lembang. Dusun Bambu ini tempatnya bagus banget guys, google aja sana, objek wisata gitu walau gue nggak persis ada apa aja tapi yang gue tau ada restorannya. Cocok buat nge-date sama hang out bareng cahabadh on a special occasion. Makanya mudah-mudahan gue nanti bisa kesini sama pacar atau sahabat-sahabat gue, mumpung masih di Bandung yekan.

8. Ke pantai mana aja
Sebenernya pengen ke Batukaras atau Ujung Genteng, tapi Pangandaran juga gpp dhe. Mumpung gue masih hidup sendiri di Bandung nih, jadi bisa plesir kemana-mana. Dulu pernah ada wacana mau touring(?) ke pantai sama temen-temen unit, tapi nggak ada yang mau jadi semacam PJ-nya jadinya terbengkalai dan nggak terealisasikan :( padahal pengen ke pantai (apalagi sama pacar he he h e).

9. Jalan-jalan ke luar kota sama temen kuliah
Ini versi advanced-nya nomer 8, soalnya jauh banget dan nggak bisa pulang pergi hehe. Anak-anak unit sebenernya udah pernah ngomongin pengen backpacking-an ke Jogja atau kemana gitu, tapi kayaknya cuma pengen doang deh huft. Sebenernya dulu pernah sih ke Jakarta dua kali difasilitasi dosen naik bus, tapi ke Jakarta bosku itu sih nggak berasa jalan-jalannya :''''') tapi liburan ini rencananya gue dan temen-temen sejurusan mau jalan-jalan seni ke Jogja pake duit jurusan kok, cuma kalo bisa lagi sama temen-temen yang lain ke tempat lain apa salahnya hahaha. Btw doain aja semoga lancar yaaa. (dan duit cepet turun)

10. Ke luar negri lewat jalur akademis
Sebenernya nomer 9 dan nomer 10 ini gara-gara gue iri sama jurusan lain yang suka jalan-jalan ke luar kota bahkan ke luar negri. Jurusan gue mana pernah, kalo ada paling jatohnya bukan jalan-jalan sama jurusan tapi jalan-jalan sama temen jurusan, nggak difasilitasi sama sekali sama jurusan. Gue juga pengen ke luar negri, entah itu dalam rangka studi (baca: jalan-jalan) sama jurusan atau student exchange. Tapi nggak yakin sih kalo student exchange soalnya gue belom bikin paspor sama sekali dan males ngejar ketinggalan pas nanti gue balik kesini lagi. Hehehe.

11. Bikin commissioned work
Commissioned work alias commish kalo kata anak-anak Deviantart ini maksudnya nerima request gambar, kayak misalnya ada orang yang minta kita buat gambarin karikatur, trus nanti kita bikin dan dia bayar sesuai tarif yang udah kita pasang sebelumnya. Mayan banget kan buat nambah uang saku, satu gambar minimal dapet 50k lah. Gue mau-mau aja bikin commish gambarin portrait realis tapi gue nggak tau mau memasarkan dimana, guenya juga rada males buat ngepost kesana kemari kalo gue buka commish hahaha, nggak jago jualan anaknya. Palingan maunya kalo buat danus lembaga sih kayak jurusan atau unit gitu. Dulu sebenernya gue pernah sih ikutan jadi yang bikin commissioned work buat danus acara angkatan, bikin karikatur gitu sama portrait, tapi NGGAK GUE KERJAIN HAHAHAHA dan entah gimana nasibnya soalnya temen yang ngasih kerjaan nggak nagih atau ngasih kabar lagi. Buka commish di Deviantart nggak mau, soalnya ribet.

12. Ikut ngisi ilustrasi buat antologi di unit
Biasanya Divisi Story Genshiken emang suka ngumpulin cerpen-cerpen pemenang Writing Challenge yang udah diadain sebelumnya, trus dijadiin buku dan narik anak Divisi Ilustrasi buat bikin ilustrasi tiap ceritanya. Nah sebagai anak Ilus yang hampir nggak pernah berkarya gue pengen ikutan, dengan catatan dibebasin medianya dan hitam putih hahaha. Dulu pernah ikut sekali sih, trus pengen ikut lagi kalo ada cerita yang menarik.

13. Ikut submit buat Writing Challenge
Writing Challenge ini rutin diadain Divisi Story tiap bulan (CMIIW), dan biasanya ada tema tertentu. Sejauh ini belom ada lagi tema yang menarik, giliran ada guenya yang banyak alesan, nggak ada ide lah, nggak ada waktu lah, hehehe :(

14. Nyoba nasi goreng bistik di Astana Anyar
Sori guys mimpi gue ini sama sekali tidak dangkal, mind you. Sebagai penggemar nasi goreng gue selalu mencari nasi goreng enak di sekitar tempat tinggal gue, dan sejauh ini gue belom pernah nemu yang enak di Bandung, jujur aja. Trus gue ujug-ujug dikasitau temen kalo nasgor bistik ini enak banget, dulu juga gue pernah diajakin temen-temen makan disana, tapi nggak jadi gara-gara tau-tau ada yang nggak bisa

15. Magang/KP
Kenapa hal ini susah direalisasikan? Karena 1. Gue nggak punya porto, dan 2. Di jurusan gue emang nggak ada yang namanya Kerja Praktek (KP). Ya paling kalo mau jatohnya jadi magang atas inisiatif sendiri sih, nggak bakal dapet nilai juga, tapi pengalamannya itu loh kayaknya worth it. Gue pengen nyoba magang di majalah jadi writer atau agensi jadi copywriter tapi siapalah saya ini cuma anak jurusan Seni Rupa yang minim pengalaman di bidang tersebut apalagi porto, bukan anak Sastra atau DKV yang banyak pengalaman dan porto huhu.

16. Ke Bandung Carnival Land
(Gue singkat BCL aja ya) jadi BCL ini semacam taman hiburan di Bandung tapi nggak se-mahal dan se-wah Dufan, lebih merakyat lah, masuknya juga murah cuma seharga tiket bioskop. Gue suka ke taman hiburan, sayangnya gue dan pacar belom menemukan waktu yang tepat buat kesana hehe.

17. Naik kereta sama pacar
Terserah mau kemana tujuannya, yang penting naik kereta sama pacar hehehe. Pengennya ke Bogor, tapi ternyata dari Bandung nggak ada yang jurusan Bogor :( alasan nggak terealisasi sampai saat ini? Ya biasa lah, susah nemuin waktu buat jalan-jalan jauh gini, belom lagi masalah budget.

Nahhhh itu dulu deh kalo ada lagi nanti menyusul. Sori aja yak kalo menurut lo hal-hal yang gue inginkan kebanyakan cetek dan seputar jalan-jalan, tapi menurut gue emang agak rugi gitu kalo nggak dilakukan selagi gue kuliah disini. Sori juga kalo banyak excuse dan alasan "males" yang menghalangi gue melakukan hal-hal diatas, yah namanya juga manusia (pemalas) hehehe :(

Doain aje ye biar terealisasikan. Kalo iya pasti gue post cerita menariknya disini :D *aamiiin*

Friday, April 4, 2014

Sifat Orang Dilihat dari Bentuk Telur Favoritnya

Sebenernya gue dari dulu udah pengen bikin postingan kayak gini, sok-sokan analisis sifat-sifat orang berdasarkan kebiasaan/hal yang dia suka. Ya ala-ala mbdc gitude. Setelah observasi dikit dan ngobrol-ngobrol iseng dengan pacar, jadilah postingan ini, sifat orang dilihat dari bentuk telur favoritnya. Kenapa harus telor? Karena telor akrab banget dengan keseharian hampir semua orang di belahan dunia manapun. Makan apa, pasti ada telornya, minimal buat bahan adonan. Makanya, menurut gue salah satu cara yang paling gampang melihat sifat orang adalah dilihat dari bentuk telor yang dia suka. Btw bentuk telor disini maksudnya bentuk telor unggas buat dimakan yak :(

DISCLAIMER: Maaf kalo banyak sotoynya, namanya juga iseng-isengan. Jangan dianggap serius.

1. Telor Ceplok (alias Telor Mata Sapi)

Putih dan kuning telur yang berdampingan dengan serasi dan harmonis tanpa tercampur dengan bentuk yang indah (susah lho bikin telor ceplok yang bentuknya bagus tanpa mecahin si kuning telor dan/atau gosong), melambangkan kesempurnaan, keseimbangan, dan keindahan dari sebuah telur. Iya gue juga nggak tau gue ngomong paan barusan. Intinya, kalo kamu adalah pecinta telor ceplok, maka kamu pasti mencintai kesempurnaan, keseimbangan, dan keindahan. Kamu orangnya suka berhati-hati, taktis, rajin, rapi, memperhatikan penampilan, dan cenderung perfeksionis. Kalo golongan darah lo tipikal golongan darah A gitu deh, suka punya banyak prestasi dan cukup idealis. Kalo yang suka telor ceplok setengah mateng sih nilai plus banget, keren gitu deh, kayak gue HEHEHE.

2. Telor Dadar

Kamu penyuka telor dadar? Waaah pasti kamu orangnya gaul dan eksis abeeez. Telor dadar adalah bentuk telor yang could never go wrong, nggak pernah salah, dimakan sama apa aja juga masih nyambung dari segi bentuk maupun rasa. Telor dadar masih mempertahankan beberapa bagian keindahan telor ceplok, tapi mewarisi kepraktisan telor orak arik juga, karena kuning dan putihnya dicampur. Ini tandanya kamu orangnya ramah, fleksibel, dan supel sama semua orang. Kamu gampang deket sama orang dan cepet beradaptasi. Makanya banyak orang yang menyukai kamu dan menganggap kamu keren. Cie banyak penggemar. Telor dadarnya maksudnya. Oh ya, kamu juga suka hal-hal simpel dan tampil simpel, effortlessly cool gitu deh.

3. Telor Orak Arik

Sesungguhnya kamu cenderung kebalikan dari tipe orang penyuka telor ceplok. Kamu orang yang praktis, asik, santai, dan cuek. Karena sifat ini, banyak yang ngira kamu orangnya jorok dan serampangan, padahal mah nggak juga, mereka belom kenal kamu dan mengerti cara pikir kamu aja. Tapi gapapa, soalnya kamu adalah teman yang baik. Walau keliatan santai, tapi kamu ini sebenernya cekatan (bisa diandalkan deh), nggak neko-neko, dan langsung to the point (yah meski nggak semua orang suka dengan kejujuran kamu). Nggak ada deh ceritanya penyuka telor orak arik main pasif-agresif (yang ini ngarang banget). Hidup penyuka telor orak arik! Kalo yang suka telor orak-arik pake keju sih nilai plus banget, keren gitu deh, kayak gue HEHEHE. (2)

4. Telor Dadar Kornet

Bagi yang hidupnya kurang bahagia sampe nggak tau bentuk telor yang satu ini, telor dadar kornet adalah salah satu bentuk telor dimana kamu memasukkan kornet ke dalam telor yang baru dikocok sebelum akhirnya digoreng. Jadinya kayak telor dadar tapi tebel karena ada kornet di dalamnya. Nah, orang-orang yang suka telor dadar kornet ini biasanya orang pemberani, dia nggak ragu untuk mencoba hal-hal baru, suka berpetualang, nggak konvensional, dan mau repot. Yaa, kayak backpackers gitu kali ya. Penyuka telor dadar kornet juga dianggap sebagai orang yang kreatif karena telor kornet sendiri artinya you get the best of both worlds; lo bisa menikmati enaknya telor dan kornet hanya dengan satu masakan dan juga dengan sekali masak. Btw, kalo ketemu orang penyuka telor dadar kornet kayak gini, udahlah jadiin ketua divisi kreatif/artistik/dekorasi di kepanitiaan aje.

5. Omelet

Apa? Kamu fans berat omelet? Selamaaat, kamu adalah orang yang elegan dan berkelas! Selain itu, kamu juga cerdas, menjunjung tinggi penampilan, dan rapi, cocok deh sama penyuka telor ceplok. Kita nggak tahu pasti apa yang bakal kita dapatkan di dalam omelet; apakah dalemnya ternyata belom mateng, apakah ada potongan sayur, atau malah nggak ada isinya. Sekalipun kita sendiri yang masak kita nggak bisa menebak pasti apa isinya karena telornya kita lipet, isiannya kita bungkus. Oleh karena itu, penyuka omelet otomatis adalah orang yang menyukai kejutan daaan selalu memiliki kejutan tersendiri. Tapi kadang orang-orang penyuka omelet terkesan sombong, high-maintenance, atau matre. Huhuhu. Tenang, kalo ada yang mikir gitu deketin aja ajak ngobrol baek-baek, temenin, biarkan orang lain menemukan potensi dan kejutan yang kamu simpan.

6. Telor Rebus

Biasanya orang yang suka telor rebus kalo nggak orang tua ya orang yang lagi diet. Maka gue simpulkan bahwa kamu-kamu penyuka telor rebus adalah golongan orang-orang yang dewasas, care sama kesehatan dan diri kamu sendiri. Kamu juga penyabar.. Karena ngerebus telor dan ngupas kulitnya aja butuh kesabaran tersendiri. Kamu orangnya punya pendirian kuat, tapi nggak suka nuntut macem-macem dan cenderung apa adanya. Sayangnya, kadang orang lain suka memandang kamu sebagai orang yang pendiam, pemalu, introvert, kaku, atau dingin, tapi biasanya itu kalo belom kenal aja, sekalinya kenal deket pasti mereka bakal tau ternyata betapa baiknya dan nggak kalah asiknya kamu dengan tipe penyuka bentuk telor yang lain.

7. Telor Asin

Kalo kamu penggemar telor asin, maka bisa dipastikan bahwa kamu itu preman. Soalnya telor asin kan tatoan (ada capnya). HEHEHEHEHHELho guys mau kemana? Kok close tab??? GUYS????????





nah gitu dong, balik lagi. Dan yang terakhir adalah..






8. Telor yang fresh ini

WOI PADA KEMANA SIH LO SEMUA GUE BELOM KELAR JELASIN

Wednesday, March 12, 2014

Nyetak Nyetak Berhadiah

Dikarenakan intensnya tahun ketiga Seni Rupa yang membuatku gila (hey it rhymes!), gue mungkin akan jarang ngeblog. Gue sibuk main game, nonton film berkutat dengan tugas, menuntut ilmu dan menuntut pacar yang hutangnya tidak kunjung dibayar. Selain itu gue juga bingung mau nulis apa dan sering nggak mood, jadi kali ini gue nge-post cerita lama aja ya (yang sebelomnya udah gue tulis di notes hape), dengan sedikit editan tentunya.Ini cerita pas gue semester dua tingkat dua kalo nggak salah, pas gue masih di studio Grafis, jaman-jamannya hectic mau pameran Vestigial.

Akhirnya setelah lama nggak nyetudio (dikarenakan malas luar biasa dan kebanyakan main), mau nggak mau gue harus balik ke studio karena karya fix pameran harus kelar beberapa hari lagi. Gue anaknya emang deadliner garis keras huhu (nggak, nggak bangga kok ini). Gue pun kembali nyetak    dan perlu diketahui, selama satu semester ini gue BELOM PERNAH NYETAK LAGI. Waduh, ini beneran anak Grafis bukan sih? Tapi serius ini. Jadi begitu gue nyetak lagi, gue lumayan kagok karena banyak yang caranya gue lupa, apalagi cetak cukil warna, yang notabene dulu gue selalu nebeng temen yang juga mau nyetak jadi nggak usah ribet nyampur warna. Scumbag, I know.

Sebenernya di Grafis Bawah ada mesin cetak buat cukil kayu, tapi makenya ribet coy dan gue belom familiar karena belom pernah nyoba sama sekali. Ada sih temen yang bisa bantu, tapi gue takut ngerepotin juga soalnya dia sendiri juga lagi ngurus karya. Daripada nanti udah ngerepotin orang dan hasilnya tetep gitu-gitu aja, jadi gue memutuskan untuk main aman; nyetak di Grafis Atas aja, yang alatnya lebih gampang buat dioperasikan. Taapiiii masalahnya adalah nyetak di Grafis Atas itu males banget karena banyak senior, terutama yang lagi TA, beda sama Grafis Bawah yang (waktu itu) kebetulan diperuntukkan khusus buat anak Grafis 2011 selama setaun.

Maka mulailah gue mencetak di Grafis Atas, tanpa mengindahkan keheranan temen-temen gue akan keberanian gue buat nyetak disana. Begonya adalah: gue nggak nyiapin mal*, cuma kertas biasa yang dibentuk jadi frame buat ngukur margin karya. Dan gue langsung main nge-roll warna aja. Kesalahan kedua: gue nyampur warna di satu spot, terus langsung gue roll disitu juga. Harusnya taro masing-masing warna yang pengen dicampur di beberapa spot terpisah,  ambil dikit, peperin ke satu spot buat nyampur, di-roll deh. Dan kebetulan (baca: apesnya gue), waktu itu ada Kak X, sebut saja begitu, senior Grafis yang denger-denger emang rese suka marah-marah. Doi berenti dan ngeliatin gue nyetak.

Kak X: "Grafis pilihan?"
Gue: "Hah? Bukan kak, 2011 kok hehe" (belom ada prasangka apa-apa, mungkin dia nanya karena gue jarang keliatan di studio)
Kak X: "Oooh ya ya. Itu kamu nge-roll langsung di tempat nyampur warnanya??" (di satu tempat maksudnya)
Gue: (Udah mulai gugup, soalnya nada nanyanya nggak nyantai): "..Iya kak."

Doi langsung kaget dan ceramahin gue soal kesalahan kedua gue tadi. Gue cuma iya iya aja, karena gue emang belom pernah nyampur warna sendiri. Bahkan sebelumnya gue belom pernah nyetak sendiri. Berkali-kali dia pusing sendiri dan nanyain gue, "pernah nyetak nggak sih??" (jleb)

Gue cuma cengengesan :(

Kak X: "Lagian ini dikit banget, kamu mau nyetak berapa?"
Gue: "Buat 4 dulu sih kak.."
Kak X: "Ooh, kalo segitu sih cukup"

Setelah masalah soal warna clear dan gue agak lega, tiba-tiba kak X ngomong lagi.

Kak X: "Kamu udah bikin mal-nya kan?"
Gue: "Mal?" (Gue ngerti, tapi make sure aja)
Kak X: "Iyaa, yang buat penahan cetakannya"
Gue: "Belom sih.. Tapi ada kok yang buat ngukur marginnya biar pas"
Kak X: "HAH? MALNYA BELOM DIBIKIN??"
(dan untuk yang kesekian kali:)
Kak X: "PERNAH NYETAK NGGAK SIH???"

Abis itu gue lagi-lagi diceramahi tentang pentingnya mal. Iya gue akui, ini salah gue, padahal gue tau harus bikin mal, tapi males gimana dong hehehe abis sebelomnya nyetak nggak pake mal fine fine aja (meski emang suka offset), jangan ditiru ya teman-teman.

Sambil nyeramahin, doi juga bawa-bawa angkatan. Duh mampus gue, padahal gue doang kok yang bego gini. Trus kebetulan ada temen gue anak Grafis 2011 dateng.

Kak X: "Nih saaar! Gimana sih temen lo ada yang nggak bisa nyetak cukil kayu!"
Temen gue cuma lewat sambil senyam senyum aja. Duh malu banget. Mana pas itu ada bebeapa senior lain, salah satunya mantan asdos gue yang geleng-geleng doang sambil bilang gue males T_T (emang iya sih.....)
Yang mendukung gue saat itu cuma Kak Y (sebut saja begitu, seangkatan sama Kak X) yang bilang: "kamu pasti bisa"

Kak X: "Gih sana bikin mal-nya dulu! Cari dupleks kuning! Gila udah mau nyetak gini mal-nya belom dibikin!"

Gue pun langsung ngacir ke Grafis Bawah nyari dupleks kuning, penggaris sama cutter. Trus balik lagi keatas, bikin disana. Untungnya pas gue keatas Kak X udah nggak ada. Abis kelar bikin mal gue lanjut nge-roll warnanya ke cetakan. Lagi sibuk nge-roll, Kak Y datang menghampiri. Untungnya bukan mau ceramah, doi cuma ngomentarin mdf** gue yang kayak udah tua karena kayaknya emang pasokannya lagi jelek di Balubur. Abis itu Kak Y malah berbaik hati bantu nge-roll warna ke cetakan gue berkali-kali, soalnya keliatan banyak yang kayak nggak bisa ketutup tinta. Akhirnya abis lumayan ketutup semua, doi nyuruh gue buat ngeratain lagi.

Abis dirasa cukup rata, kini waktunya nyetak! Untung gue masih inget cara ngoperasiin mesinnya HAHAHA. Kak Y lagi-lagi membantu, takut gue nggak ngerti kali ya. Akhirnya karya gue tercetak, dan cetakan pertamanya lumayan lah meski banyak putih-putihnya. Kata Kak Y emang banyak yang nggak bisa ketutup gara-gara mdf gue jelek. Kak Y pun udahan dan gue tak lupa mengucapkan terima kasih. Ah baiknyaaaaa. :')

Kemudian gue mulai ke cetakan kedua, ketiga, keempat. Pas gue nge-roll cetakan ketiga, Kak X dateng lagi -_-

Kak X: "Masih banyak tuh yang belom ketutup"
Gue: "Iya kak ini emang banyak yang nggak bisa ketutup"
Kak X: "Nggaaaaak, bisa ituuu. Tinta lo aja kurang becek, coba dibecekin (baca: ditambahin) lagi"
Gue: *ngeyel* "Udah dicoba kak tadi di cetakan pertama, emang nggak bisa"

Doi diem. Terus ke rak pengeringan tempat cetakan pertama dan kedua gue disimpen. Untungnya doi nggak komentar apa-apa. Tapi harus gue akui emang tintanya kurang banget, makin ke cetakan terakhir makin banyak putih-putihnya, makin pudar juga warnanya. Dan gue nggak berani nambahin warna lagi karena takut beda warna atau ngerusak tinta di Grafis Atas.

Setelah kelar sampe cetakan keempat, gue pun mulai bersih-bersih. Bersih-bersih abis nyetak cukil kayu emang bikin capek, lama lagi. Untungnya nggak ada yang komen soal cara gue bersihin perlengkapan hehehehe. Gue pun balik ke Grafis Bawah dengan hati lega. Temen-temen gue yang di Grafis Bawah langsung salut sama keberanian (baca: kebodohan) gue nyetak diatas dan nanyain perihal diomelinnya gue sama senior huhuhu.

Segitu aja ceritanya. Maaf kalo ngebosenin, tapi menurut gue itu salah satu cerita kebodohan gue yang sulit dilupakan selama gue kuliah di Seni Rupa (meski nggak serame soal temen gue yang salah nyetak di kain felt). Moral of the story: kalo masih bego dalam cetak mencetak nggak usah sok-sokan nyetak di Grafis Atas terutama waktu lagi banyak senior. Sekian.


Keterangan:
*Mal: Semacam frame, biasanya dari dupleks kuning/coklat, buat ngepasin margin antara kertas yang bakal dicetak dan papan kayunya, jadi hasil cetakannya nggak mencong-mencong di kertas dan biar antara satu edisi dengan edisi lainnya sama marginnya. Karena Grafis emang harus pake margin.
**MDF: Alternatif cetakan buat woodcut kalo nggak bisa make papan kayu asli. Papan MDF ini terbuat dari serbuk kayu yang dipadetin jadi bentuk papan, dan biasanya dipake buat alas gambar pas TPB. Buat pemula mending pake ini, karena selain murah, teksturnya yang nggak sekeras kayu asli lebih gampang buat dicukil.