Showing posts with label common issue. Show all posts
Showing posts with label common issue. Show all posts

Monday, February 27, 2017

Cessi Talks About.. Marriage

Awal tahun 2017, volume undangan kawinan yang mampir luar biasa.

Terhitung sampai bulan Februari ini ada 6, dan semuanya orang yang bener-bener gue kenal, bahkan dua di antaranya adalah sahabat deket gue. Seiring meningkatnya kabar tentang kawinan temen yang mampir ke telinga, tingkat stress gue juga cukup meningkat. Apalagi kalau sampai mampir ke telinga nyokap, duh! Pertanyaan yang dihindari sejuta umat udah pasti keluar, nambah-nambahin tekanan sosial. Dan oh, kalo boleh jujur, gue sebenernya males sama yang namanya dateng ke kawinan. Kudu mikirin make baju apa, aksesoris apa, sepatu apa, make up gimana, rambut gimana. Udah tau gue wardrobe minimalis gini, nggak bisa make up pula. Yang bikin happy paling kalo ternyata kita bisa tampil cantik, ada bahan buat ngepost di Instagram, trus makanannya enak, trus bisa ketemu temen-temen deket yang emang obrolannya bukan basa basi.

..Dan gue baru ngomongin acara pernikahannya dari sudut pandang pengunjung. Belum kalo kita yang jadi mempelainya. Apalagi gue yang orang Jawa dengan keluarga konservatif ini pastilah bakal dituntut buat bikin pesta adat yang luar biasa rempong. Bayanginnya aja gue super males, asli. Kalo boleh sekadar nikah di KUA trus gelar pesta kecil-kecilan buat orang-orang terdekat, gue mau banget deh. Hemat uang juga, toh? Masalahnya, perkara acara pernikahan bukan cuma urusan kedua mempelai, tapi juga orang tua kedua belah pihak. Dan yang namanya orang tua.. You know lah.

And then, what comes after the wedding day? Oh, banyak. Banyak tanggung jawab. Makanya, buat gue, pernikahan salah satunya adalah ritual yang menandakan kalo lo. Udah. De. Wa. Sa. A full-fledged, functional adult and a member of society (gila ya, nulis postingan ginian aja gue udah merasa dewasa banget). Inilah kenapa gue nggak habis pikir sama orang-orang yang nikah muda karena kepengen aja, apalagi kalo cuma gara-gara tren (nggak tau sih beneran ada apa nggak). Buat gue pernikahan bukan cuma urusan ikat mengikat, sayang menyayang, halal menghalalkan. Yang namanya pernikahan kan ya, lo bikin satu keluarga baru. Ibaratnya lo dilepas ke laut naik kapal cuma berdua sama pasangan, dan kalian adalah nahkodanya. Lo nggak tau kondisi di laut itu kayak apa. Lo nggak tau apakah lo dan pasangan lo ternyata bisa menyetir kapal apa nggak. Lo nggak tau apakah lo dan pasangan lo akan tiba-tiba capek atau bosen di tengah jalan apa nggak, siapa tau ternyata pasangan lo lebih suka menyetir pesawat atau pengen balik ke darat. Belum lagi kalo lahir 'awak kapal', beban lo bertambah karena lo bertanggungjawab sepenuhnya akan hidup dan tumbuhnya awak-awak kapal lo ini.

Mungkin gue terlalu banyak mikir atau mengonsumsi pop culture barat, tapi gue akui, gue agak takut sama yang namanya menikah. Kalo gue membayangkan diri gue yang sekarang sebagai seorang istri, jujur aja, belom layak bos (yessir, I'm still working on it!). Masih banyak kekurangan gue. Ngurus hidup sendiri aja belom becus, gimana mau ngurus hidup suami (dan kemudian, anak)? 

Banyak yang perlu dipikirin matang-matang sebelum menikah, dan buat gue, deadline-nya mungkin sekitar 4 tahun lagi, bisa jadi lebih cepat malah, tergantung calon. So, in the meantime, gue harap gue bisa mengubah mindset gue soal ini. Dan tentunya.. Bisa jadi istri yang baik, karena gue nggak pengen menyusahkan suami dan keluarga. Dan juga, setelah menikah nanti, semoga pernikahan gue akan baik-baik saja sampai seterusnya.

Amin? Amin.

Makasih udah mau baca racauan cewek yang nggak bisa dewasa ini.

Tuesday, May 12, 2015

Dikotomi Fandom

Anjir, judulnya pretensius banget ya. Making a good title is never my forte, so please let me know if you came up with a better suggestion for this piece.

Belakangan ini, film-film superhero makin banyak digemari. Padahal satu dekade lalu, waktu beberapa film superhero mainstream kayak franchise Batman, X-Men, Hulk, dan Spider-Man mulai bermunculan, hype-nya nggak segede sekarang ini (well, salah satunya mungkin karena kebanyakan film adaptasi superhero di masa itu rata-rata nggak bagus, kali ya). Coba liat sekarang; bahkan cewek-cewek remaja dan orang yang nggak baca komik-komiknya (termasuk gue, yang memenuhi kedua kriteria tersebut), suka film superhero. Dulu? Mana tertarik orang-orang yang nonton film secara kasual buat nyari tau lebih lanjut soal Spider-Man, ataupun menanti-nantikan film Batman selanjutnya. Again, gue nggak tau ini karena faktor kualitas filmnya apa gimana, tapi gue melihat peningkatan minat terhadap film dan komik superhero ini sebagai sebuah kemajuan. Mungkin berawal dari suka filmnya, kemudian mulai cari tahu soal cerita dan karakternya lebih jauh lewat internet, hingga menggaet dan mengantarkan fans-fans baru ini buat baca komiknya. Pada akhirnya, komik-komik ini akan diapresiasi oleh orang-orang diluar segmen pasarnya. Fandom meluas. Publisher senang dapet lebih banyak profit dari konsumennya yang meluas dan rela merogoh kocek buat beli merchandise/komik/tiket film franchise superhero favorit mereka. Which is a good thing for the industry.. Or so I thought.

But the longtime fans? Do they think the same?

Baiklah, gue nggak akan terlalu ngomongin soal industri dan perputaran duitnya, karena bukan kapasitas gue untuk ngomongin hal yang nggak terlalu gue tau. Yang mau gue omongin adalah.. Dikotomi yang ada di dalam fandom superhero sekarang. Ada fans lama; yang memang sejak kecil tumbuh bersama superhero-superhero ini dan dari dulu setia baca komiknya, ngikutin series-nya, nonton film-film jadulnya. Lalu ada fans baru; orang-orang yang baru 'melek' superhero sejak era Iron Man (2008) atau bahkan The Avengers (2012). Mereka mayoritas cuma ngikutin film superhero yang muncul sejak Iron Man tadi dan nggak terlalu mendalami, tapi banyak juga yang kemudian nyemplung ke dunia perkomikan dan jadi mendalami karena jatuh cinta sama film-filmnya. Gue pribadi tergolong di antara dua tipe fans baru ini, karena gue baru ngeseriusin film superhero ini sejak gue masuk kuliah, yang kemudian bikin gue nggak absen buat nonton film-film barunya sambil sesekali browsing lebih jauh soal cerita dan karakternya, nonton TV series-nya, ataupun ngintip komiknya.

Dan layaknya old fandom lainnya, keberadaan 'fans lama' dan 'fans baru' ini nggak jarang menimbulkan sentimen-sentimen tertentu, entah buat produknya ataupun fans-nya sendiri. Ambil contoh, fandom Studio Ghibli. Beberapa waktu lalu, skena Twitter lokal sempet rada panas gara-gara ada seorang Twitter user dengan followers enam digit (I refrain from using the term 'selebtwit', but now you know) yang menulis seakan dia adalah fans berat Studio Ghibli, kontradiktif dengan tweet lamanya yang menyatakan kalo dia ngantuk waktu nonton salah satu filmnya. Ya, seperti yang lo duga, para fans lama jelas langsung menertawakan dan mencibir orang ini rame-rame, nganggep dia poser layaknya fans-fans baru yang suka membuat klaim berlebihan soal produk fandom-nya di medsos, padahal dia baru tau beberapa aja dan (kayaknya sih) nggak bener-bener suka.

Jangankan fans baru versus fans lama deh, sesama fans baru pun kadang suka saling sensi. Ini pengalaman pribadi gue sih, sebenernya. Jadi, waktu nonton Avengers: Age of Ultron (2015) kemaren, gue duduk di depan seorang cewek. Kenapa gue tau? Karena.. Selama film berlangsung dia beberapa kali berisik ngobrol sama temennya. Gue waktu itu sempet mikir, "Oh, orang ini ngerti Avengers?" sampai akhirnya mid credits scene diputar, Thanos muncul dan dengan heboh (serta pedenya) cewek ini bilang, "Itu Odin kan?!?!?!?"



..Gue mau facepalm, tapi kemudian gue inget kalo beberapa tahun sebelumnya gue pun nggak tau siapa bapak-bapak ungu di end credits The Avengers sebelom dikasitau temen gue yang geek dan gue inisiatif Googling.

Selain contoh-contoh yang gue sebutin di atas, masih banyak sentimen-sentimen lain, kayak contohnya "cewek-cewek pada suka gara-gara aktornya pada ganteng aja" dan "overhyped banget sih film ini, banyak fans baru yang nggak tau apa-apa sih". Ya, kebanyakan nyinyiran itu datengnya dari fans lama memang, tapi lucunya, yang gue liat dan yang gue baca dari sebuah artikel (lupa darimana, maaf) film-film superhero sekarang ini justru dibuat untuk fans-fans lama yang mungkin sekarang usianya udah 30an. Kenapa? Coba tengok artikel tentang review ini. Jangan lupa baca juga komen pertama di artikel tersebut. Cukup menggambarkan? Ya, fans-fans baru mungkin nggak tau siapa itu Scarlet Witch, Quiksilver, dan Vision yang baru dimunculkan sekarang, nggak tau apa itu Infinity Stones, dan mungkin nggak tau juga siapa aja itu Suicide Squad dan apa maksud dibentuknya. Buat fans baru, beberapa film superhero ini rada segmented, tapi kadang buat fans lama, justru beberapa film superhero ini overhyped (mungkin nggak memenuhi ekspektasi mereka yang udah baca komik-komiknya duluan). Bahkan seorang longtime fans yang gue kenal bilang kalo fenomena ini nggak adil, karena di saat dulu dia suka superhero nggak ada orang lain yang suka juga dan bisa diajak ngobrol, eh sekarang semua orang suka.. Tapi dia tetep nggak bisa ngajak ngobrol fans-fans baru ini karena wawasannya jauh lebih luas dan bisa-bisa dianggap terlalu geeky.

I'm in no place to say this, but here's my advice: calm your tits down, both of you longtime fans and new fans. Ini berlaku buat semua fandom, lho. Oke, memang ada masanya saat gue menjadi longtime fans di suatu fandom lalu tiba-tiba banyak fans baru bermunculan dan hobi berkoar-koar soal kesukaannya terhadap produk fandom ini (padahal kayak yang gue bilang tadi; belom tau banyak dan belom tentu beneran suka), gue akan menyebut mereka poser dan menggunjingkan kelakuan mereka sama sesama temen gue yang juga longtime fans. Tapi makin kesini gue makin merasa that it was pointless and it made me sound like a dick slash elitist fan, karena seperti kata seorang senior gue: at one point of our lives, we were once posers. Mungkin tanpa sadar, waktu baru kenal Studio Ghibli dulu misalnya, kelakuan gue poser banget; nge-like page FB film-film Ghibli, masang wallpaper Ghibli, ngebacot soal Ghibli di medsos dan lain sebagainya, padahal jumlah film yang udah gue tonton baru bisa diitung dengan sebelah tangan. Tapi menurut gue sih gapapa selama 'kelakuan poser' ini bisa mengarahkan kita buat mencari tau lebih banyak soal fandom tersebut, mendalaminya, hingga pada akhirnya bener-bener suka dan tanpa sadar kita jadi longtime fans. Toh, kalo kebetulan 'poser' ini niat dan rela ngeluarin duit lebih buat beli merchandise dan produk aslinya (meskipun tujuan awalnya cuma buat pamer) justru bikin dia lebih baik daripada yang mengaku fans lama tapi selalu mengonsumsi produk bajakannya dan nggak ngasih kontribusi apa-apa kepada fandom yang katanya sih sangat disukai, setidaknya secara finansial.

Lagian, fandom yang tidak berkembang = duit mandek = produksi berkurang. Hasilnya? Bisa tau-tau berhenti produksi atau malah langsung gulung tikar. Menurut gue lagi nih ya, fans yang baik adalah fans yang membiarkan fandom-nya berkembang, dan dengan senang hati mau 'menebarkan ajaran' sehingga lebih banyak orang yang tertarik atau seenggaknya terbuka matanya soal fandom ini. Kalo emang lo suka dengan sesuatu, harusnya lo nggak usah peduliin kelakuan poser selama nggak memberi pengaruh negatif secara langsung, fokus aja buat mendalami hal tersebut dan 'menebarkan ajaran' tadi. Tapi ya, gue ngerti banget sih kecemasan fans-fans lama yang khawatir produk fandom-nya bakal berubah ke arah yang tidak menyenangkan (baca: masuk ke jurang kapitalisme) demi menyesuaikan kebutuhan fans-fans baru yan sebenernya belom banyak tau apa-apa. Hal kayak gini biasanya terjadi di industri musik sih, dimana style dan genre musik yang dibawakan seorang musisi atau band harus senantiasa ngikutin jaman kalo nggak mau tenggelam. Mungkin lo bisa survive dengan mempertahankan nilai-nilai lama lo dan 'hanya' mengandalkan fans lama, tapi ya itu, lo bakal susah berkembang dan bersaing di industri tersebut. Walau ada juga orang-orang yang make alesan ini sebagai excuse buat jadi fans lama elitis yang ceritanya berusaha mempertahankan eksklusivitas fandom-nya padahal ujung-ujungnya cuma buat ngasih makan ego or for the sake of their fandom being 'obscure and cool'.



The bottom line is.. Fandom is not a friggin' competition. Stop dissing other fans. Instead, gather 'round together and fight for the same cause, make the products even better. After all you have one thing in common: an interest for certain things. What makes it different is that level of interest. Now, I don't expect us to holding hands while singing Michael Jackson's Heal The World, but at least have some decency to: 1. Stop being a prick who constantly bitching about how much the fandom has changed or being rude to newcomers, and 2. Actually research your so-called favorite movie/comic/book/musician/game/whatsoever, so that you get to know 'em better and don't end up like a total poser.

It is not that hard, right guys? :-D

Monday, June 18, 2012

Libur-libur diklat, kok mau sih?

Liburan pergantian tahun ajaran baru kali ini berbeda.

Kalo sebelum-sebelumnya waktu masih sekolah gue cuma dikasih libur selama sekitar sebulanan, kali ini dikasih libur sekitar 3 bulan dari kampus. Enak kan jadi mahasiswa :P
Dan demi menghindari peningkatan lever mager dan gabut serta liburan yang nggak produktif, maka gue memutuskan buat mengisi liburan ini dengan daftar jadi panitia OSKM (simpelnya, acara ospek kampus gue tahun ini) dan ikut diklatnya yang memakan waktu dua bulan lebih. :)

Gue mungkin bukan termasuk orang yang cakap atau menguasai dalam soal keorganisasian dan kepanitiaan, gue juga mungkin bukan termasuk orang yang aware lingkungan, kritis dan solutif, tapi gue pengen ngambil manfaat yang bisa gue ambil dari ikutan acara beginian. Peserta lain mungkin ada yang ikutan OSKM karena alasan yang berbobot seperti contohnya pengen menularkan idealisme dan nilai-nilai kemahasiswaan buat mahasiswa baru, tapi maaf, itu motivasi gue nomer sekian. :))

Di samping buat ngisi waktu libur, disini gue (berharap) dapet banyak temen baru, kenalan baru. Gue emang lagi butuh banget break dari dunia SR yang pastinya bakal puas gue tekuni buat beberapa tahun ke depan, makanya dibanding inisiasi, kuliah lapangan, gawe Mayday atau wisuda 3 gue lebih memprioritaskan OSKM ini. Dan dibanding divisi kreatif, gue malah memilih divisi yang nggak ada sangkut pautnya sama bidang yang gue tekuni. Lagian kapan lagi kita bisa berinteraksi banyak sama temen-temen dari berbagai jurusan dan fakultas lain kalo bukan di acara kayak gini? :D

Selain itu, pengalaman keorganisasian dan kepanitiaan gue juga terbilang masih sedikit. Gue nggak bisa dibilang aktif dalam ekskul sekolah maupun unit di kampus. Pengalaman gue jadi panitia palingan waktu jadi panitia dekorasi dan ngurusin ticketing pensi SMA, sekali, dan beberapa event kecil internal sekolah. Itu juga nggak berat-berat banget kerjanya dan malah lebih banyak gabut mungkin. Yang paling kerasa palingan pas jadi panitia wisuda FSRD, dimana kerjaan gue cukup berat dan cukup kongkrit hasilnya. Pengalaman organisasi? Nggak ada. Mentok-mentok gue cuma pernah ikut kaderisasi calon pengurus OSIS SMA, dan nggak keterima. :))

Gue juga baru dikasitau senior kalo kuliah (apalagi masa TPB/taun pertama) adalah masa paling tepat buat mencoba mengikuti kegiatan non akademis apalagi yang berbau kepanitiaan dan keorganisasian. Jadi kalo ada waktu luang atau merasa mampu, nggak ada salahnya ikut acara ginian. Bisa melatih soft skill yang nantinya bakal dipake banget kalo udah terjun ke dunia kerja, dapet pengalaman dan wawasan, temen-temen baru (buat networking sekalian) atau malah gebetan #eh. Lumayan juga lho, buat manjang-manjangin CV. :P

Saturday, March 24, 2012

The disbanding of Tokyo Jihen, my most favorite Japanese band

Yes, you read the title right. Tokyo Jihen, that has been well known as a Japanese alternative-jazz band featuring the screechy, high-pitched female singer Ringo Shiina as the frontman, finally announced that they're going to disband in the end of February. Too bad, since Tokyo Jihen, in my opinion, is one of the best band from Japan. And another sad fact is that Tokyo Jihen was actually listed in the last JGTC (Jazz Goes To Campus) show's line-up musicians, but not performing for a reason that I didn't know. So I didn't get the chance to watch 'em live in concert.


Just consider this as a little tribute from me for Tokyo Jihen (or just Ringo Shiina?). It's unfinished, but probably I'll finish it if I'm not lazy.

did I wrote the kanji right? :|

Friday, July 1, 2011

First stepping stone: accomplished!

Jadi tanggal 29 kemaren, hasil SNMPTN tertulis diumumin dan begitu gue ngecek hasil gue, muncullah ini


ALHAMDULILLAH.
Nggak nyangka bakal keterima, gue udah siap-siap aja jadi anak Kemanggisan (baca: anak Binus) tapi ternyata takdir berkata lain. Gue keterima di FSRD ITB yang gue idam-idamkan *aih* terimakasih banget buat Allah SWT (dan segenap orang untuk dukungan moral dan materialnya), padahal kalo boleh jujur gue shalat kayaknya cuma 5 kali, bukan 5 kali sehari tapi setaun *gambaran kasarnya sih gitu* oleh karena itu nazar gue gak macem-macem, yaitu mau lebih rajin shalatnya :D

Sedikit cerita di balik ujiannya, gue agak keteteran karena taun ini ITB nggak ngadain jalur mandiri alias semua lewat SNMPTN, jalur undangan dan tertulis. Gue dikasih kesempatan ikut jalur undangan, apply, dan ternyata nggak keterima. Gue pun ikut jalur terakhir, jalur tertulis. Nah jalur tertulis ini jedanya sama UN cuma bentar, kira-kira sebulanan lah. Dan gue juga sempet bolos Vilmer (tempat les khusus yang mau masuk FSRD ITB) sekitar sebulanan sampe dikira gue udah resign sama orang Vilmernya -_- gara-gara bentrok sama jadwal les gue di SG (les mata pelajaran IPS biasa, karena SNMPTN ini beda halnya dengan USM FSRD ITB, dia pake pelajaran IPS juga, payah bener emang). Tapi akhirnya gue sadar bahwa gambar lebih penting (beneran, tes kemampuan dasar+TPA+IPS sama tes gambar bobotnya 4 : 6), dan seminggu terakhir gue pun balik les di Vilmer (dan gantian bolos SG, haha). Hari-hari menjelang ujian pun gue coba maksimalkan, gue sampe bawa notes kecil kalo lagi pergi naik mobil buat iseng gambar-gambar yang gue liat di jalan, siapa tau berguna buat tes gambar suasananya -_-

Pertama, tes tertulis (baca: TPA, kemampuan dasar, kemampuan IPS). TPAnya bangke sekali, kemampuan dasar ngisi seadanya dan kemampuan IPS modal nekat dan feeling (jawaban yang masih ragu tapi kalo feeling gue mengatakan itu, bakal gue tetep isi walau kalo salah minus 1 hahaha). Ini kondisi pas ujiannya juga bangke banget, peserta gak boleh pake jam, di kelas tempat ujiannya juga gak ada jam, tapi pengawas cuma ngasitau waktu pas udah 5 menit terakhir. Ini shock therapy banget loh, bayangin lo lagi serius ngerjain baru separuhnya eh si pengawas tau-tau bilang "waktunya tinggal 5 menit lagi". DANG! Nggak cukup waktunya. Intinya sih I'm quite screwed dan positif yakin nggak bakal keterima pilihan kedua yakni Komunikasi UI, tapi masih ada harapan untuk FSRD ITB. Terus pas tes gambar, gue sempet ngeri karena pas gambar suasana di soal bulir keduanya kiri kanan depan belakang gue gambarnya beda persepsi model jawaban sama gue, mana gue ngeliatnya pas beberapa menit terakhir, mau ngerubah juga udah nggak ada waktu, yaudah gue percaya aja dan gue biarin. Pas soal kedua alhamdulillah keisi semua meski ada satu gambar yang belom kelar. Eh tau-tau keterima. Yang gue prediksi masuk juga malah nggak. Beneran deh, keberuntungan juga berpengaruh rupanya -_-

Tapi apakah diterima di ITB adalah akhir dari perjuangan yang harus gue lakukan? Oh tentu tidak. Gue masih harus berjuang disini. Lulus ITB nanti pun masih harus berjuang nyari kerja (kalo ngambil S2 ya berjuang kuliah lagi). Apalagi biaya yang orang tua gue keluarin nggak main-main (iyalah, ITB = Institut Tinggi Biayanya :) belum termasuk biaya beli keperluan kuliah dan hidup di Bandung), maka gue nggak boleh nyia-nyiain kesempatan ini. Hasilnya nanti harus sepadan sama outputnya.

Daaaaaan buat temen-temen yang belom beruntung, ayo semangat! Sukses itu dari elo sendiri, bukan dari kampus lo. Apapun yang lo dapet, semoga itu yang terbaik. (Cie sok bijak gitu gue)

Sekian dan terima kasih! :)

Sunday, February 20, 2011

More bad news to come. Ughhh.

It's such an irony. Not long after I published a post about my brief movie reviews, I heard about a bad (and controversial) news which came from the government regarding foreign movies. It has been confirmed that importation of foreign movies into Indonesia has been halted and will only resume if the government revokes a new levy on imported films (derived from Jakarta Globe (19/02)). In other words, we won't be able to watch any foreign movies (not only to American movies but also applies to European and Asian movies) in cinema until the customs department changes its policy on film distribution in Indonesia. I've checked the official site of 21 Cineplex and yeah no foreign titles were listed under the upcoming releases section. Dammit. Some says that it doesn't bother people in general because they can always buy the pirated ones with a slightly different quality as the originals but hey, sometimes it's not just about the movies, it's obviously different when we watch DVDs at home and when we watch movies in cinema. Different jollies, different ambience, different social experience. Honestly I don't really understand about the reason or the tax issue but let say, if the policy continue, we will only able to watch local movies in cinema, which is *err* as we know, dominated by crappy-yet-obscene-horror genre. Oh puh-leaseeee, who wants to watch such movies? No one. Entertaining? No. Except if your sense of humor is poor enough or you want to take 'em sarcastically. Educating? Hell no. Creepy? Not really. But if you mean by creepy is cheesy, then yes. Arousing? Not much. Local movie these days got a really thin line between horror and slutty. I wonder why. I feel that only a small percent of local movies are qualified enough to be on screen. What is worse that if people are reluctant to watch in cinema due to the local movie's quality, the long term result is cinema operators' bankrupt. They will close the cinema, thus, people who used to work in it will lose their jobs. Whoa, look, government will add more numbers of the unemployed in this country indirectly. Furthermore, we don't know if the bankrupt will take its toll on the mall that has cinema in it. What a 'helpful' policy.

At this rate, I feel really bad for myself, everyone, and this country. Well I hope the policy won't go through. Stoopid, I wonder where did the government left their brains. (or perhaps they don't have any at all in the first place?)

On a lighter note, let's off to another news, which came from all BlackBerry user's lovely twitter application, UberTwitter. Yes, some of you might have suffered due to the suspension just like me. I personally think that UT is the most convenient twitter app for BB ever, and I bet most of the other users think the same. So, while UT is being suspended, I'm using Social Scope and sometimes Twitter for Blackberry, which is not really convenient to use and not visually satisfying. It is said that UT (and twidroyd) for violating Twitter's policies. But hold your horses! As enlightenment, here are what I read from UberTwitter (now UberSocial) official twitter account: "We have a new version ready, just waiting for Twitter to verify it and turn everyone back on." "We have made the changes Twitter requested. As soon as Twitter reactivates, you will be live again. Thx!" "To be a better partner with Twitter we are changing #UberTwitter’s name to #UberSocial. We will hope to have twitter reactivate us shortly." In conclusion, UT will return with a new name and some difference in the features. I just hope they won't remove the useful features such as mute, uber bar and the like. Get back soon UberTwitter! I mean, UberSocial :)

Thursday, August 12, 2010

Dan ketika Ramadhan tiba.......

Kerjaan saya di waktu senggang saat puasa

Tidur
Nyetel empitri, setel lagu yang ada (kalo ada rekomendasi lagu yang saik, sok atuh kasitau saya)
Buka internet
Baca mangascannya Working!!!
Terus main game
Game apa?
Game masak-masakan gitu deh, serius, cari aja di google 'cooking game' entar keluar banyak kok

Aneh ya, ini nahan haus laper malah bacaannya kayak begitu (bukan H-manga kok, tapi yaa komiknya berlatar belakang di restoran), mainannya juga begitu, masak-masakan -_-

Oh iya tidak lupa membuka fesbuk, cuma kali ini saya membatasi penggunaan fesbuk, hanya untuk main Baking Life (nah lho game beginian lagi) sama NightClub City, chat, dan nge-wall orang yang lagi ulangtaun.. Loh biasanya emang buat apa lagi? Biasanya sih.................sambil browsing-browsing foto seseorang (kayak stalker iiiih), tapi berhubung lagi puasa dan kayak gitu itungannya udah zinah mata (kata temen saya), jadi ditahan dulu deh, AHAHAHA

Puasa bawaannya mager deh, aktivitas nggak jauh-jauh dari kasur atau komputer sampe jam 6 petang
Kalo gini mah sama aja, puasa nggak puasa berat badan saya statis, hufh
Udah gitu kulkas penuh, malem-malem bawaannya pengen ngemil aja gituh

Buat yang masih mikir kalo nangis pas puasa itu membatalkan puasa, no no no kamu salah, nangis nggak bikin batal puasa kok (sumber: Google), kecuali kamu nangis sambil makan bakwan jagung #jayus

Ngomong-ngomong, kayak kelupaan sesuatu, oh iya lupa ngomong..

Saya minta maaf yah kalo ada kesalahan (pasti ada lah namanya juga manusia), mau yang sengaja atau nggak sengaja, oke oke? Hehehehehehe dan juga selamat berpuasa bagi yang menjalankan, semoga puasanya lancar dan tidak lupa untuk gosok gigi beramal yang banyak, dan buat yang tidak menjalankan, harap hormati yang tidak puasa yah ;)

picture of Working!!! is courtesy of Takatsu Karino

Tuesday, July 13, 2010

Felicitación a España!

Selamat ya timnas Spanyol yang udah berhasil jadi pemenang Piala Dunia 2010! Saya bangga rasanya meski cuma menang tipis dari Belanda (1-0) dan bukan negara sendiri huhuhu tapi Spanyol jagoan saya, sekali lagi selamat!! :D

Ini nih kaptennya si Cessilas Casillas.. Cieeeeee bawa pulang piala nihyeee

Ngomong-ngomong, gue agak sebel deh sama si De Jong, masa laki gue si Alonso ditendang (ga sengaja sih), lu kira kejuaraan kungfu apa -_______-

Sumber foto dari sini, penggemar WC 2010 wajib berkunjung! Ada foto Casillas lagi ciuman juga sama ceweknya haha

Dengan ini World Cup 2010 resmi selesai.. Bakalan kangen deh sama euforianya, belain nonton bola malem-malem sambil ngemil demi tim kesayangan, update berbagai status tentang WC 2010, suasananya.. :")

Sampai jumpa di World Cup 2014! :)

Friday, July 9, 2010

Moods

Akhir-akhir ini gue lagi seneng karena..

1. Spain
Spanyol lagi Spanyol lagi.. Ternyata kekhawatiran gue tidak terbukti, tiba-tiba aja pas lawan Jerman di semifinal kemaren Spanyol jadi begitu menguasai pertandingan (beda banget sama pas lawan Paraguay) dan tiba-tiba ajaaa
aa.. Si Puyol nge-golin pada menit ke-73. Seneng banget ahuahuahua ternyata nggak sia-sia gue dukung Spanyol :) (Maaf yah pendukung Jerman!) makaaaa dengan skor 1-0 majulah Spanyol ke final. Lawan Belanda. Btw, rata-rata temen gue yang belain Belanda rata-rata gara-gara dendam karena Jerman dikalahin Spanyol dan kalah taruhan -_- terus, Paul si gurita yang kemaren ngeramalin Spanyol menang vs Jerman, ngeramalin lagi katanya nanti yang menang Belanda. Hasil pemecahan kodenya Deddy Corbuzier yang NC1253HZ6 katanya siiiiih Belanda juga. Tapi ada pemecahan kodenya yang versi Spanyol. Au ah. Sabodo teuing sam
a ramalan, yang jelas gue harap Spanyol jadi pemenang World Cup 2010.. Viva España, Viva La Furia Roja! :D

2. Rahasia
Skip aja yah langsung ke poin nomer 3, ehehehe -_-

3. Kelas baru!
Sebenernya bukan kelas baru siiih, sama aja isinya anaknya itu-itu juga -_- yang baru cuma IPS berapanya sama wali kelasnya :) (dan nama kelasnya tentu saja yang harus diubah lagi)
Tuh liat nggak yang dilingkerin warna merah? Hehehehehe senang sekali saya dapet kelas itu :*
Wali kelas sih gue belom tau.. Tapi gue harap dapet yang enak deh, berlaku juga buat guru-guru yang ngajar kelas gue :) (lu kata makanan enak -,-)

4. Ennichisai
Gue lupa kemaren tanggal berapa, kalo nggak salah hari minggu kemaren jadi ada festival jepang gitu di Little Tokyo, deketnya Blok M Square, namanya Ennichisai.. Seru sih, daaaan yang paling bikin gue seneng adalah stand makanannya yang dari ujung ke ujung dan variatif, sumpah gue sampe bingung mau beli apaan -_- selain stand makanan ada juga stand game, ramal sama jualan barang-barang, tapi gue sih cuma beli makanan minuman + gelang Ennichisai hehe oh ya selain itu ada juga performance dari band-band yang suka manggung di jfest, pembukaan oleh gubernur + walikota, taiko, arak-arakan (gue lupa nama jepangnya apaan), cosplay cabaret dll, katanya sih ada acara hanabi alias kembang api nya juga cuma gue nggak liat soalnya gue nggak sampe malem, sampe sore doang. Btw.. Gue beli yakisoba, takoyaki, nasi kare, oyakodon, sama kroket. Dan sumpah gue nyesel nggak sempet nyobain makanan-makanan enak lain padahal duit jajan masih nyisa banyak -___-

Di sisi lain, ada juga sedikit hal yang membuat gue kecewa..

1. Eclipse
Hadeeeeh, satu-dua kata yang menggambarkan: Eclipse sucks! Beneran deh mendingan Toy Story 3 kemana-mana, bagus. Rabu kemaren gue cabut ke Penvil sama Amal & Alya buat nonton Eclipse yang isinya kebanyakan ciuman doang, sisanya bikin ngantuk (menurut gue sih). The only good things on the movie was Riley Biers (played by Aussie newcomer Xavier Samuel, he's hot! :)) and the short fight scene between The Cullen+Wolf pack versus the newborn vamps+Victoria.

2. Kelanjutan Kuro Hanabi
Maaf, setelah pengajuan proposal entah-yang-keberapa-kalinya hari rabu kemaren, Kuro Hanabi belum (atau memang?) nggak bisa jadi ekskul. It was another official refusal. Nggak mau cerita panjang-panjang. Hhhh sedihnya saya :"(

3. Final WC 2010
Sederhana saja.. Kenapa finalnya harus pas paginya masuk sekolah??? T_T

Monday, July 5, 2010

A good supporter should just believe on the supported team and pray for the best, right?

Many said that Germany will be the winner of World Cup 2010.
Even the famous Dedy Corbuzier has predicted it.
To be honest.. I also think that Germany has a very big chance to be the winner, considering their previous matches against England and Argentina. As you may already know.. England and Argentina are notable soccer teams, but they could be defeated by Germany. I mean, it's okay if Germany beat them with 'only' 1-2 goals in difference, but 4-1 and 4-0 are just hurtful for both England and Argentina.

Meanwhile, in few more days, Germany will encounter Spain for semifinal.
Fyi. Spain is my favorite team, most of all. (moreover, Alonso is there)

And the point is.. I'm anxious. Seriously.


If Germany playing well.. I hope Spain would play better.

Buena suerte, España

Wednesday, November 18, 2009

That 2012 Movie..

Nggak di twitter, di fb, di sekolah, orang-orang pada rame ngomongin film 2012.
Gue mikir: "emang sebagus apa sih? kok kayaknya orang-orang pada pengeeen banget nonton yaa?"
Maka pas kemaren (17/11) nyokap ngajakin nonton 2012 di Cibubur Junction, gue ngikut aja.
Daaaan asal lo tau aja yaa, walau kemaren itu hari selasa, yang merupakan weekdays alias hari kerja, tetep bioskopnya penuh! Bayangin, mesen tiketnya dari sore, tapi dapetnya yang jam setengah 10 malem. Padahal filmnya diputer di keempat studio yang ada. Itupun tinggal 3 seat, pas buat gue, nyokap sama bokap. Dan itu juga dapet barisan yang depan-depan gitu. Yah lumayanlah daripada nggak ada. Padahal besok masih sekolah dan ada pr yang belom gue kerjain tapi gue tetep nonton sampe selese jam 12 malem ^_^
Awal-awal film, gue masih agak nggak ngerti ceritanya, tapi lama-lama kesambung juga benang merahnya. Cerita utamanya tentang seorang bapak yang berusaha nyelametin keluarganya dari SELEKSI ALAM (harap digarisbawahi; seleksi alam, bukan kiamat. Karena kalo kiamat itu nggak mungkin ada yang selamat). Seru sih aksi sama special effectnya, tapi selebihnya standard lah. Nggak ada yang terlalu istimewa dari film ini, hm mungkin agak lebih seru daripada The Day After Tomorrow, walau 2012 yang main nggak ada yang terkenal hehe.
Btw, gue tau kenapa studionya penuh. Karenaaa saudara-saudaraaa, banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang membawa anak-anak kecilnya serta -_- otomatis kan jadi penuh tuh. Padahal belom tentu anak-anak kecil itu ngerti filmnya kan. Mungkin karena nggak ada yang jagain anaknya di rumah jadi dibawa? Capek deh..

Tuesday, October 27, 2009

Whassup, Tweeps?

Follow me on Twitter, @cessitaputri

Actually.. I'm getting kinda sick with this micro-blogging site. No, it's not really your fault Twitter developers, but basically it's the Tweeples that makes me wanna puke every time I stare at my cellphone screen and find some ---------- updates. (Honestly I can't get some right words to describe those kind of updates, but it's the kind that pissing me off)

Okay, these would explain why I'm still using my Twitter account.

Reasons why I hate Twitter:
1. Twitter only give me 140 characters to write something, in fact, sometimes I need more.
2. Overtweets and spamming tweeples makes me nauseous sometimes, especially certain person I should've unfollow, but for some reason I'm still following them.
3. Twitter often lit the fire in my heart. Only by reading his and her updates makes me jealous and drives me mad, oh for God's sake, puh-leaaaaase.

Reasons why I'm still using Twitter:
1. I'm still want to keep in touch with some of my friends, beside of many other better ways.
2. Most people own Twitter, so..............I think I should own one too.
3. I can find the juiciest gossip ever or the hottest news in Twitter.

And you should check another micro-blogging site named Whispurr, yeah it's kinda similar with Twitty but at least Whispurr gives you 300 letters to write =)



by the waaaaaaaaaaaaaaaaaaaay, happy halloween peoples!!!












(these are my drawings that I made for halloween. poor qualities, I know -_-)













If I could celebrate Halloween, I would dress as a bloody girl in kimono or in black japanese sailor uniform ^w^ how about you guys?

Wednesday, September 3, 2008

Penting Nggak Penting

Gue cuma mau nyampein beberapa hal:
1. Azeeeek, gue baca di tabloid apaan gitu gue lupa kemaren, filmnya Laskar Pelangi udah coming soon. Katanya sih pas lebaran2 gitu. Bagus bagus, karena saya sudah tidak sabar! Hoho.
2. Hari ini saya sungguh amat sangat senang sekali. Bawaannya senyam senyum melulu, ketawa melulu, ampe2 gue ke-gep masuk dapur lagi cengengesan terus diketawain pembokat gue (dikira gue gila?). Why? Because I had a fun chat session with someone this morning *cieeeee!*
3. Besok kembali ke sekolah. Yang artinya: banyak pe er, tugas, ulangan, remed menunggu. Untung gue ada janji besok di sekolah sama 'someone' itu *cieeeee!* jadi lumayan lah, semangat juga gue masuk besok (semoga mulut tidak bau naga)
4. Buat besties2 tercinta gueee; Deko, Luna, Acul, Putri, Zara, tanggal 13 bukber yuuuk! Keterangan lebih lanjut silahkan saling menghubungi.
5. Gue minta maaf ke lo semua kalo gue ada salah. 3 jam 15 menit lagi kita buka puasa. Uooo! Semangat!! *krik krik*

Yak, itu aja yang pengen gue omongin. Mentok sih. Belom ngerjain tugas ESP pula (hehehe sabar yak Sisca!)
Selamat berpuasa bagi yang melaksanakan! (: