Thursday, April 4, 2013

Berbagai Tipe Pose Profile Picture Anak Jaman Sekarang (Part II)

Lanjutan dari post yang ini. Pose-pose foto macam apakah yang sering dijumpai pada profile picture atau avatar sosmed anak-anak jaman sekarang? Sekali lagi, selamat menikmati!

9. Sama pasangan
Biasa dilakukan oleh: siapapun yang udah punya pasangan
Tujuannya? Apalagi kalo bukan pamer. Entah pamer "mesra banget ya gue sama pacar gue!", pamer "pacar gue lebih cakep daripada pacar lo pada", atau "nih gue udah punya pacar! muahahaha!". Oh ya, walaupun disini gue sebutnya pacar, tapi ini berlaku juga lho buat pasangan yang lain contohnya suami - istri, tunangan, HTS-an, TTM-an, bebaaas. Yang pengecualian tuh kalo pasangan main badminton (garing pisan ah si Cessi). Pasang foto sama pasangan sah-sah aja kok, asal siap dikomentarin dan bukan pasang di Tinder, karena ntar siapa yang mau nge-swipe kanan?!?!

Buat pasangan yang sudah tua, masang foto pernikahan atau pre-wedding bisa sekalian jadi ajang nostalgia. Apalagi kalo posenya lucu kayak gini ♥ (sumber)
#lovewins? :-(

10. Ala sosialita dan fashionista
Biasa dilakukan oleh: yang merasa memiliki selera fesyen tinggi dan yang hartanya *uhuk* nggak dikit (baca: kaya) *uhuk*
Orang-orang dalam kategori kayak gini biasanya menonjolkan avatar semacam berikut; foto lagi di tempat-tempat elit nan fancy kayak contohnya pas lagi liburan di luar negeri (ditambah bawa properti kantong belanjaan dari merk terkenal lebih bagus lagi), galeri seni (padahal belom tentu karya-karyanya diapresiasi, hiks), rooftop restoran, hotel, night club, foto depan mobil atau motor (terutama yang mahal, padahal belom tentu punya dia), foto ala model full badan dengan baju dan aksesoris serba branded, foto lagi main golf atau bilyar, dan lain sebagainya. Ada sih yang emang gayanya keren dan tempatnya cocok, tapi ada juga yang maksa, contohnya ini.

Ngomongin tipe foto ini nggak afdol rasanya kalo nggak ngebahas Princess Sosialita kesayangan kita semua. (sumber)
Untuk lokasi foto #OOTD, kayaknya belom ada yang ngalahin pamor Galeri Nasional, IKEA, sama tangga Dia.Lo.Gue ya.. (sumber)
11. Ala travelers dan adventurers
Biasa dilakukan oleh: orang-orang berjiwa petualang, orang-orang biasa yang kebetulan punya budget lebih dan kendaraan buat jalan-jalan
Layaknya anak band dengan fotonya yang lagi main alat musik, kita semua—baik yang emang sering jalan-jalan dan berpetualang ataupun nggak—pasti minimal pernah sekali masang foto lagi di alam dengan pemandangan bagus entah itu gunung, bukit, pantai, danau, sungai, bawah laut, atau gurun pasir sekalipun (belom pernah liat sih..). Banyak yang suka masang foto gini karena sang pemilik foto biasanya diasosiasikan dengan orang yang asik, sporty, dan mobilitasnya tinggi. Apalagi jaman sekarang banyak tempat-tempat bagus yang nggak jauh dan nggak susah dicapai kayak Tebing Instagram Keraton dan Kawah Putih, foto ala travelers dan adventurers pun jadi lebih mudah. Buat orang-orang yang lebih niat lagi sih biasanya make GoPro trus di tempat-tempat eksotis yang belom banyak terjamah orang. Bebas sih, asal nggak foto sambil megang kertas nggak jelas di atas gunung trus nyampah aja.

Jangan lupa hestek #livefolk #liveauthentic #exploreIndonesia #exploreDerawan (sumber)
Wah keren banget dimanHAH NGGAK DEH MAKASIH. (sumber)

12. Pake atribut afiliasi
Biasa dilakukan oleh: cowok, fans bola, mahasiswa yang baru dapet atribut himpunan/organisasi/kepanitiaan tertentu
Maksudnya? Nah, biasanya ada orang-orang yang sense of belongingnya kuat ke afiliasi tertentu dan suka pasang avatar yang memperlihatkan atribut afiliasinya ini. Misalnya anak himpunan atau aktivis kampus, ya avatarnya pake jahim atau jaket almamater. Berlaku juga buat yang fotonya lagi kampanye apapun, lagi acara dan pake atribut kepanitiaan, pake seragam sekolah/kampus/profesi, pake atribut kelas/angkatan/OSIS/unit kemahasiswaan/himpunan/BEM, pake jersey klub kesayangan, pake atribut band/idol yang digilai, dan lain sebagainya. Pemakaian atribut ini sering disertai dengan pose lipat tangan di dada (buat cowok), diambil saat lagi nobar/orasi/acara/ekskursi/semacamnya, dan bareng teman-teman se-afiliasi. Nggak selalu buat keren-kerenan atau arogansi juga sih, lebih buat menunjukkan kecintaan atau euforia biasanya.

Apakah suka beneran atau hanya fans karbitan? Wallahualam.
Khusus anak ITB, kayaknya belom afdol kalo belom foto studio rame-rame gini sambil pake jaket himpunan/unit

13. Anonim
Biasa dilakukan oleh: orang-orang insecure yang nggak suka difoto (atau memang belom punya foto sendiri), otaku, fangirl/fanboy, orang lagi promosi/kampanye, orang dengan selera humor
Sesuai namanya, foto yang dipake buat avatar bukanlah foto orangnya asli, seringkali disertai dengan nama akun yang bukan nama asli dia juga. Foto yang digunakan bisa jadi gambar kartun atau anime, gambar bikinan sendiri, foto artis, tulisan, logo atau simbol, benda kesayangan, hewan peliharaan, macem-macem deh, yang jelas bukan muka dia. Lho, berarti bukan termasuk pose foto dong?! Iya, tapi berhubung tipe ini sering banget ada di sosmed, jadi nggak ada salahnya dibahas juga 'kan :))

Sasuke Uchiha ternyata kuliah di UNPAS Bandung?!
Part time student, part time detective? Dan lagi-lagi, ternyata Conan asal Bandung?!

14. Lagi ngefoto(?)
Biasa dilakukan oleh: fotografer, yang hobi fotografi, poser
..Oke ini paradoks. Intinya di foto avatar orangnya lagi megang kamera, entah beneran lagi motret atau cuma megang doang biar gaya. Kameranya biasanya sih kalo nggak DSLR ya SLR, jarang banget yang pake polaroid, hp (alay doang kayaknya), apalagi tablet. Jenis pose yang ditampilkan entah ceritanya lagi bidik, lagi sok-sok liat hasil foto, atau lagi megang aja. Buat si subjek foto, pose kayak gini bisa menimbulkan kesan profesional (halah) dan penyuka seni, padahal belom tentu.

Lha mbak, emang bisa foto pake kamera sekecil itu???? (sumber)
Cowok ganteng + pose lagi foto + kamera klasik + efek item putih = 10/10. (sumber)

15. Foto kayak komik strip
Biasa dilakukan oleh: cewek
Sebutan itu gue kutip dari kata-katanya @JukiHoki, kurang lebih: "cewek jaman sekarang fotonya kayak komik strip", maksudnya satu satu foto isinya kolase dari foto :)) Yak, model foto begini semakin banyak, thanks to webcam dan berbagai aplikasi ngedit instan. Beberapa ada yang nyoba se-kreatif dan se-ekspresif mungkin (menerapkan tipe pose no. 2), tapi dalam kebanyakan kasus sih ekspresinya nggak jauh beda satu sama lain, malah ada yang bener-bener sama semua fotonya cuma dijadiin beberapa frame aja, atau parahnya lagi: fotonya sama semua, cuma di rotate pada sudut yang berbeda-beda (yang mengingatkan gue pada lambang swastika, LOL). Semua ini balik lagi ke pemikiran cewek yang setelah selfie ratusan kali malah bingung sendiri milih mana foto yang mau di-post. Aduh, nggak mungkin 'kan guweh nge-post selfie beberapa kali lagi di tempat dan waktu yang sama, nanti dikira nggak punya stok foto dong?!?! Jalan keluarnya? Ya di-kolase.

*ikutan pusing liatnya* (sumber)
 Cowok juga ada yang make toh?!?! (sumber)

14. Foto masa kecil
Biasa dilakukan oleh: siapapun (yang merasa waktu kecilnya lucu)
Apakah sekarang dia begitu jelek sehingga harus memasang fotonya waktu kecil? Atau hanya ingin mengenang, menunjukkan betapa lucunya ia semasa dulu? Wallahualam.
gue sebelom banyak dosa, tapi kenapa banyak yang ga percaya ini gue?!

coba kalo kayak gini, masih pada mau masang nggak lo?!

15. Normal
Biasa dilakukan oleh: cowok, cewek juga ada tapi nggak sebanyak cowok
Pose normal itu wajahnya ngadep ke depan (kamera), bisa sambil berdiri, duduk, senyum, nyengir, melipat tangan di dada, muka agak diangkat (dua ini yang paling sering di foto-foto cowok), tangan di pinggang, tangan di posisi normal (kayak lagi posisi siap dalam baris berbaris), tangan di pangkuan, megang tas, background normal (dalam artian bukan di luar negeri, di rumah misalnya), bisa sebadan, setengah badan, kepala doang, dll. Relatif nggak sih? Yah pokoknya gitu deh, normal-normal aja kayak mau foto KTP. Avatar semacam ini biasa banget dan mungkin nggak terlalu menarik perhatian dibanding tipe-tipe foto sebelumnya, yang fotonya kayak gini orangnya antara suka main aman atau nggak macem-macem. *sotoy*

sebenernya nggak foto ktp juga sik..

waduh kalo yang kayak gini sih lain cerita..


Sip, kira-kira itulah 15 tipe pose foto buat avatar/profpic/display picture anak jaman sekarang yang paling sering ditemui. Sebenernya masih banyak sih yang lain, tapi yaudahlah, kalo mau ngoreksi atau nambahin langsung komen aja ya huehuehue. Nah, foto lo termasuk yang mana nih? :))

Wednesday, April 3, 2013

Berbagai Tipe Pose Profile Picture Anak Jaman Sekarang (Part I)

Yak, kali ini gue akan membahas tentang pose-pose foto yang sering digunakan anak jaman sekarang, baik cewek maupun cowok, buat avatar atau profile picture media sosial mereka. Postingan ini lahir dari hasil observasi dan brainstorming gue dengan Verol, jadi mohon maaf atas segala kesubjekivitas, kesotoyan, dan ke-masukkankatasifatdisini-an dalam postingan ini. Jangan dianggep serius pokoknya. Btw, untuk menghindari protes dari berbagai teman pihak, foto yang gue masukkin disini rata-rata adalah foto-foto pribadi gue atau tokoh-tokoh yang masuk ranah publik. Selamat menikmati!

1. Kepala miring ke samping
Biasa dilakukan oleh: cewek pada umumnya dan orang yang abis salah tidur
Ini adalah salah satu pose dasar buat cewek dalam berfoto. Derajat kemiringan bisa berbeda-beda, tergantung selera. Foto sambil memiringkan kepala ini biasanya diikuti dengan kombinasi gaya lain, misalnya mengurai rambutnya ke satu sisi. Nggak tau kenapa ya cewek-cewek pada suka foto sambil miringin kepala. Salah tidur? Nggak juga deh kayaknya. Ada yang bilang sih miringin kepala bikin beberapa model rambut terlihat bagus.. Apalagi kalo rambutnya pendek atau nanggung.

NGGAK GINI JUGA.
Nah gini kan enak liatnya.. (sumber)
2. Pura-pura bete/jutek/manyun/marah/kaget dan sejenisnya.
Biasa dilakukan oleh: cewek (yang merasa) cantik
Ada cewek-cewek yang merasa dirinya bakal tetep cantik/imut atau malah makin cantik/imut walau berpose dengan muka bete, jutek, manyun, marah, kaget, dan sejenisnya. Bagus sih, jadinya foto nggak ngebosenin karena muka yang ditampilkan cukup ekspresif dan si pemilik foto terkesan nggak jaim, apalagi kalo ekspresi yang ditampilkan adalah ekspresi konyol seperti contoh foto di bawah (yap, ngomongin foto ekspresif nggak lengkap tanpa menampilkan Cara Delevingne). Sebagai tambahan, muka jutek juga terkadang dianggap bikin seseorang terlihat badass. Cowok-cowok pun mungkin banyak yang suka cewek (sok) jutek/judes, jadi ya.. Simbiosis mutualisme lah ya. Buat yang jelek sih.. Ehm, sadar diri aja. Tidak dianjurkan berfoto dengan gaya ini.

Model mah bebas, mau lagi ngeden juga kayaknya masih cantik. (sumber)
Mungkin di balik foto cemberut artis Indonesia di Instagram, tersimpan caption "Bete nih komen IG-ku isinya iklan online shop semua >:(" (sumber)
3. Nggak liat kamera
Biasa dilakukan oleh: siapapun
Sebenernya jenis yang ini dibagi lagi jadi dua, yaitu yang sengaja nggak liat kamera sama yang candid. Yang candid sih biasanya gayanya lebih natural, wajar lah ya namanya juga candid. Nah kalo yang sengaja ini.. Mungkin dia merasa cool dengan nggak liat kamera. Atau buat yang sengaja nggak ngeliat kamera tapi muka ngadep ke samping, mungkin dia merasa nggak pede sama mukanya dari depan, entah karena bulet, ada jerawat, mata picek sebelah dsb. Sah-sah aja kok sebenernya main angle. Yang agak ngeselin tuh kalo mukanya ngadep depan tapi mata nggak ke kamera, sok imut gimanaaa gitu. Eniwei, foto merem diitung nggak ya?

Yang ini gue nggak yakin murni candid atau pura-pura nggak liat kamera, tapi kita bisa sepakat 'kan kalo fotonya bagus? :-P
Apa ini?! Sangat tidak natural! Pasti orangnya suka bikin postingan blog jayus ya?!?!

4. Megang alat musik
Biasa dilakukan oleh: anak band, poser(?)
Wah kalo anak band sih nggak usah ditanya, pasti minimal sekali pernah pasang avatar kayak gitu. Dan efeknya emang dahsyat, apalagi kalo orangnya juga cakep, beuhhh pasti langsung di add banyak lawan jenis. Cool banget deh pokoknya. Beda kasus kalo yang masang avatar macam gini adalah orang yang cuma MEGANG alat musik, dalam artian dia emang nggak bisa atau nggak lagi mainin, tapi sengaja minta difoto waktu lagi megang biar keliatan anak band dan cool aja. Huft.

"Dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang pandai bermain alat musik namun tidak pernah memasang fotonya (memainkan alat musik)" (An-Naqband : 69) (sumber)
P.S.: Kecrekan tidak dihitung sebagai alat musik. Jadi ini pengecualian ya guys.

5. Foto sama makanan/minuman
Biasa dilakukan oleh: siapapun
Orang-orang yang difoto sambil makan/minum atau cuma sekedar foto sama makanan/minumannya ini motifnya bisa macam-macam. Bisa jadi karena pure ketidaksengajaan, mau pamer makanan/minumannya yang dia anggep mahal/fancy/enak abis, atau keebtulan pose dia yang lagi makan/minum itu keren. Entahlah. Yang jelas sampe detik ini gue belom pernah nemu avatar orang yang lagi makan lotek pinggir jalan.

Wah cantik juga nih, pasti dia pinter nge-blog ya?
Waduh, kalo disandingin sama yang ini sih, foto sebelumnya berasa cuma ampas green tea :-( (sumber)

6. Peace
Biasa dilakukan oleh: anak yang mencoba gaul, alay, otaku, orang Asia Timur
Gaya peace yang dulu sempat diasosiasikan dengan gaya anak alay ini jadi booming lagi thanks to Japanese and Korean Wave. Mempraktekkan gaya peace emang susah-susah gampang, salah-salah bisa dikatain alay apalagi kalo dikombinasikan sama muka manyun, melet, merem, dan lain-lain. Tapi balik lagi ke orangnya masing-masing sih, kalo mukanya mendukung (cakep, Jepang/Korea banget) sih bagus-bagus aja. Oh ya, peace yang kebalik juga diitung lho. Peace kebalik ini biasanya dilakukan oleh anak yang mencoba gaul namun gagal, karena oh karena, peace kebalik ini kalo di luar negeri sama nggak sopannya kayak ngacungin jari tengah. Apalagi kalo peace kebaliknya ditempelin di bawah mulut sambil melet, makna gestur yang ditampilkan malah jadi jorok.

Contoh yang kurang baik. (sumber)
Contoh kongkrit dari "gaya peace alay, tapi balik lagi ke orangnya" (sumber)
7. Muka nggak keliatan
Biasa dilakukan oleh: anak-anak nyeni, anak-anak pemalu, atau anak nyeni yang pemalu
Nggak keliatan disini bisa maksudnya banyak, bisa bener-bener nggak keliatan seluruh muka atau cuma sebagian, yang jelas orangnya masih dia. Bisa gara-gara angle, nunduk, ketutupan rambut, tangan, kain, sensor bikinan sendiri, masker, topeng, topi, kipas, buku, boneka, efek kamera, dan lain-lain, baik yang disengaja maupun nggak. Orang yang avatarnya kayak gini kemungkinan insecure sama muka, punya selera humor, atau malah artsy banget, tergantung gimana ketutupannya.

Not sure if insecure or trying to be artsy.. (sumber)
Bisa juga bikin efek glitchy pake aplikasi biar keren (?) (sumber)
8. Lagi ngerokok
Biasa dilakukan oleh: Perokok (obviously) dan anak-anak alay
Biasanya pose foto ini dibagi lagi jadi dua, yaitu yang lagi megang/ngempit rokok aja atau pas lagi ngeluarin asep rokoknya (ngebul). Pokoknya, judulnya lagi sama-sama ngerokok pake rokok beneran, bukan lagi mainan liquid nitrogen di Ron's Laboratory  ya. Entah kenapa, ada efek cool yang ditimbulkan saat seseorang lagi pose ngerokok. Buat cowok bisa terkesan bad boy atau justru 'mateng', dan buat cewek bisa terkesan seksi dan grunge. Kebulan asapnya yang kadang menutupi muka pun juga menimbulkan efek artsy seperti pada pose nomor 7 sebelumnya. Silahkan pasang foto lagi ngerokok, asal tahu tempat dan nggak di samping tanda bertuliskan "Dilarang Merokok" ya guys. :-(

Asap rokok + efek hitam putih = instant win! btw mas, mau dirokokin nggak?
Untuk cewek yang ingin terlihat seksi dan (agak) misterius.
Apa? Segini nggak cukup?! Tenang, masih ada lanjutannya di postingan part 2 :3

Saturday, March 23, 2013

Calling All Comic Artist, Cosplayer and Musician~

Buat masbro dan mbaksis sekalian yang suka bikin komik, cosplay, atau ngeband, mungkin informasi berikut akan berguna untuk anda dan orang-orang yang anda cintai :3

GENSHIKEN ITB proudly presents
Gen-ReOn!
Genshiken Creative Exhibition



Exhibit your works and win the cash prize!

COMIC COMPETITION
Theme: online game and cooperation
Submission opened until 6th April 2013
No registration fee!
CP: Raka (08567733345)

COSPLAY COMPETITION
Solo/group cabaret
Registration opened until 18th April 2013
Registration fee: IDR 50K (group) and IDR 30K (solo)
CP: Aya (02271126767)

BAND COMPETITION
Registration opened until 11th April 2013
Registration fee: IDR 50K
CP: Tyas (085710098417)

For more information, feel free to
visit our official website, www.genreon.wordpress.com,
like our Facebook fanpage, or
follow our Twitter account, @Genreon_2013.  

Thank you! :)

Mau nanya ke gue juga boleh sih sebenernya. Lomba ini terbuka buat umum, nggak cuma anak ITB aja. Oh ya, selain hadiah uang tunai, kamu dan karya kamu bakal ditampilin di acara puncak Gen-ReOn, lho! Gimana, kece banget nggak tuh lomba-lombanya? Yuk daftar yukkk!

Sekian dulu publikasi lomba oleh saya, untuk rangkaian acara Gen-ReOn yang lainnya menyusul yah 83

The Ugly Truth?

Jadi salah satu teman saya ada yang ngepost ini beberapa jam yang lalu:

"baru kali ini lah saya dapet berita kalo ada senior yang menghalangi juniornya mengenal tentang kampus mereka sendiri. sukur sukur dapet junior yang lebih peka keadaan dan urgensi sekitar dibanding angkatan sebelumnya, kenapa malah disuruh masuk tempurung kelapa? mau terus terusan jadi jago kandang? trus himpunan yang mau cair mau dihidupkan kembali gimana mau maju kalo atasannya aja gitu. gimana dianggap anak tiri kalo kalian terus-terusan menganaktirikan diri sampe generasi selanjutnya? bilangnya gak dianggep sama pusat taunya kalian yang gak bisa menyanggupi kalo diajak. salah sendiri lah makanya gak dianggep. kalian berharap punya anak yang lebih baik dari kalian sedangkan cara membesarkan anak kalian aja dengan mindset apatis kalian? serius lah mas mbak! jangan ogah mikir rasional mentang mentang jago pake otak kanan!"

And I was like, wow. Akhirnya ada yang sependapat sama kayak gue. Suara gue terwakilkan sudah. Selama ini pengen ngepost yang kurang lebih intinya sama kayak gitu, tapi selalu nggak jadi karena bingung gimana ngomongnya. Well. Sepertinya itu cukup menggambarkan keadaan sekarang. Sering banget ada kasusnya. Biarlah gue ngepost ginian di blog yang bisa dibaca bebas sama publik, toh rasanya ini udah rahasia umum. Ya syukur-syukur Alhamdulillah ada yang ngerasa trus mau berubah. Berkarya sampe mampus boleh, tapi inget, saat ini kita ada di mana? Di kampus. Yang isinya bukan orang-orang kita aja. Dulu gue kira selama ini kita yang dianaktirikan, tapi makin kesini gue makin sadar kalo justru kita yang mengekslusifkan diri. Kita mungkin emang beda sama tetangga-tetangga lain yang notabene manusia-manusia otak kiri, tapi inget, ada yang mereka bisa dan kita nggak bisa, begitupun sebaliknya. Tampil beda boleh, tapi nggak usah sok superior atau eksklusif. Kita semua sama kok kedudukannya. Dan rasanya nggak ada salahnya kita care sedikit sama sekitar, sama pusat. Kalo nggak bisa atau nggak mau berkontribusi apa-apa, at least show some respect lah. Dan jangan apatis-apatis banget. Nggak bakal bikin lo mati juga kan. Oke oke? Maaf lho kalo ada yang nggak setuju atau tersinggung sama postingan ini, yah namanya juga opini seorang mahasiswi tingkat dua yang bukan siapa-siapa.