Showing posts with label randomness. Show all posts
Showing posts with label randomness. Show all posts

Saturday, July 31, 2010

Galauisme lewat tengah malam

Kalo emang nggak bisa atau nggak mau ngerawat dan ngejaga hati saya baik-baik, mending balikin hati saya deh mas sekarang..
Plis




update:
I guess I finally decided to give in, are you satisfied, Mr. Uncertain? :')

Wednesday, February 3, 2010

Deadlines

2 days away to a half year
A half month away to his eighteen
One hundred thousand more to complete

Can I accomplish the mission?

Friday, January 8, 2010

Hot Keywordsss

Barusan gue ngecek feedjit blog gue, yah iseng aja pengen liat siapa aja yang bertandang kemari.
Biasanya, yang kesini lewat mbah google itu keywordnya yang standar standar saja kayak contohnya agamanya Skandar Keynes (karena gue emang pernah posting tentang dia), Nabari no Ou, wedding theory (padahal yang pernah gue posting itu wedding ring theory --"), sama nematoda (gue pernah posting ginian buat presentasi biologi biar gampang disalin temen gue).
Lalu, ada lagi keyword yang aneh.
Sejak gue posting tentang kelas gue alias STRIPTIS dan cerita soal oknum-oknum sekolah yang melakukan sesuatu hal dengan pacarnya, muncul keyword-keyword yang memunculkan pikiran astaganaga-pasti-yang-ngesearch-cowok-yang-lagi-iseng-nih. Anda tahu maksud saya -,-
Nggak cuma gue sih, si Ayu juga pernah cerita dapet keyword yang aneh. *geleng-geleng kepala*
Blog gue bukan blog-blog semacam itu, jadi halo.. Apakah lain kali gue harus men-sensor kata tertentu? krikrik

Tuesday, December 8, 2009

Love is 50:50

It's so easy to lit the sparks of jealousy into a burning flame of rage and resentment, but it's also easy to blow it out in just a few simple words.

It's so easy to hating someone as in loving someone.
But loving someone you hate or hating someone you love, sometimes not that easy.

He's my most effective medicine & my worse disease.

He's my constant mood-charger & my sudden mood-destroyer.

He's the water & the oil for the fire inside my heart.

He's my sweetest & bitterest drug ever.

Yeah, everything's balanced.
When there is a no, then there is a yes.
Just like 'take-and-give'.
Therefore, patience and high toleration is highly required in any type of relationship.

Right?

Sunday, August 30, 2009

Wedding Ring Theory

repost & diedit. nemu di kaskus. asli, layak buat disimak

WHY WE WEAR WEDDING RING IN RING FINGER

Thumb represents your Parents
Second (Index) finger represents your Siblings
Middle finger represents your-Self
Fourth (Ring) finger represents your Life Partner
& the Last (Little) finger represents your children

Firstly, open your palms (face to face), bend the middle fingers and hold
them together - back to back

Secondly, open and hold the remaining
three fingers and the thumb - tip to tip.

Now, try to separate your thumbs (representing the parents)..., they will
open, because your parents are not destined to live with you lifelong, and
have to leave you sooner or later.

Please join your thumbs as before and separate your Index fingers
(representing siblings)...., they will also open, because your brothers and
sisters will have their own families and will have to lead their own
separate lives.

Now join the Index fingers and separate your Little fingers (representing
your children)...., they will open too, because the children also will get
married and settle down on their own some day.

Finally, join your Little fingers, and try to separate your Ring fingers
(representing your spouse).

You will be surprised to see that you just CANNOT....., because Husband
& Wife have to remain together all their lives - through thick and thin!!

Please try this out......... ISN'T THIS A LOVELY THEORY?

terjemahannya kira-kira kayak gini..

MENGAPA KITA MEMAKAI CINCIN PERNIKAHAN DI JARI MANIS

Jempol mengibaratkan Orang Tua
Telunjuk mengibaratkan Saudara Kandung
Jari Tengah mengibaratkan diri sendiri
Jari Manis mengibaratkan pasangan kita
Jari Kelingking mengibaratkan anak kita

Pertama-tama, buka tangan trus satukan kedua telapak tangannya (kayak mau tepuk tangan), trus jari tengah dilipat dan disatukan (jadi yang jempol, telunjuk, jari manis & kelingking masih berdiri).

Kedua, tekan ujung2 jari yg tersisa satu sama lain (telapak tangan yg bagian bawah terpisah).

Sekarang, coba pisahin jempolnya (yang diibaratkan orang tua)..., pasti terpisah, karena orang tua tidak ditakdirkan untuk selalu bersama kita, dan harus meninggalkan kita cepat atau lambat.

Satukan lagi jempolna, dan sekarang pisahin telunjuk (yang diibaratkan saudara kandung)..., pasti kebuka juga karena adek/kakak laki-laki/perempuan kita bakal punya keluarga sendiri dan harus menjalani hidup mereka sendiri-sendiri.

Satukan lagi telunjuk dan sekarang pisahkan jari kelingking (yang diibaratkan anak kita)..., pasti bisa terbuka juga karena mereka juga akan menikah dan menjalani yang kita jalani nanti.

Dan terakhir, satukan lagi kelingking dan coba pisahkan jari manis (yang diibaratkan pasangan kita).

Kalian pasti kaget karena nggak bakal bisa dibuka... karena, SUAMI dan ISTRI HARUS (inget nih, HARUS, hehe) sehidup semati, selamanya, susah ataupun senang!

Silakan dicoba ^^

Monday, January 5, 2009

Maaf, Numpang Meracau Lagi

Sebel, kenapa gue jadi orang sadis banget ya?
Gue pengen bilang "Hahahaha bego, gue nggak butuh semua ini!" dan "Hah? Nggak salah? Sorry, gue nggak mau dan gue nggak pernah suka yang kayak gini-gini!"

Mungkin orang lain bakal seneng kalo jadi gue. Tapi gue? Gue cuma bisa senyum palsu, ketawa palsu, ngucapin terimakasih palsu, sepik-sepik, muna banget lah gue ini. Tapi kalo gue nunjukin yang sebenernya, itu manusia mau kayak gimana nasibnya? Apa iya gue setega itu? Atau apa perlu gue senyum maksa sambil ngomong pake nada datar, terus ngacir gitu aja?

Now look. I abandon all those crappy things. I even don't want to touch it. What kind of human am I? I've set a secret hatred on an innocent person. I'm sick of this! I wanna quit. Yeah, quit is the best way. But how? Should I arrange a stupid drama and pretend? I'm still thinking about those fake, lie reasons.

Payah, payah, payah! Harusnya gue pendem aja waktu itu. Harusnya gue lupain aja. Harusnya gue nggak usah ngomong-ngomong.
Gue kangen kehidupan gue yang dulu.
Ngejar sini, ngejar sana.
Nggak dapet-dapet.
Kejar terus sampe mentok.
Tetep nggak dapet.
It's okay, I think it's sooo much fun than I am now.
Lari kesini, lari kesana.
Nggak ada yang dikejar.
Sampe mentok, ketangkep, dikurung kayak gini.
Gue mau bebas.
Persetan lah kalo orang bilang lebih baik gini daripada gitu.
Mumpung gue masih muda, masih banyak yang mesti dan bisa gue kerjain.
Ntar juga tiba waktunya gue bakal ketemu 'kandang yang tepat'.
Entah kapan itu.

Bla bla bla, it's all I could say.
I won't disappointed them, but I won't give them shit neither.
Hey wake up baby, it's 2009.
Like Twentyfirst Night said,
"Just play the game, don't try too hard to be somebody else. Grow your mind and your soul, and make a blast with your life,"

Yeah. I should be more mature, and try to control myself wiser..

Friday, November 28, 2008

Visit Salon Selep!

Sebuah wawancara di telepon
W: Pewawancara
C: Cessi


W: Kelas X-F aka Selep, baru saja merintis usaha baru (setelah usaha primbon). Usaha apakah gerangan kalau boleh tahu?
C: Yak, dikarenakan kebutuhan anak anak perempuan akan perawatan kecantikan.. Selep pun kini membuka usaha SALON.
W: Salon??
C: Iya, salon. Kenapa, gatau salon? Ah mbak wartawan payah ih. Salon, ituloh mbak yang buat nyetak tulisan & gambar di kaos (eeh itu mah SABLON)
W: Jiah -.- Siapa pendirinya?
C: Pendirinya yaitu Athifah Amalia aka Ipeh, dengan bantuan beberapa rekan.
W: Dimulainya sejak kapan?
C: Hmm saya lupa, kira kira dari hari selasa kemaren. Jadi ceritanya pas lagi ngobrol ngobrol sama Ipeh, saya liat kuku jari tangannya Ipeh kok mengkilap banget kea abis dikuteks transparan? Ternyata eh ternyata, kukunya tidak dikuteks sama sekali! Cuma dihalusin aja sama pengkilap kuku (apaan yak namanya saya nggak tau). Karena saya merasa (sangat) kurang merawat kuku jari tangan saya yang perlu dipercantik, akhirnya saya minta digituin juga, dan kebetulan dia bawa alatnya.. Maka saya pun menjadi pelanggan pertama manicure salon Selep (iya nggak ya?). Meskipun yang sempet digituin cuma beberapa kuku doang, wekeke.
W: Oke oke.. Hmm alat alatnya disuplai darimana?
C: Yaa mostly yang bawa Ipeh laaah, as the only kapster, wkwkwk. Eh tapi anak anak lain juga ada yang bawa bebera alat manicure set kok.
W: Hoo.. Jadi salonnya hanya untuk manicure?
C: Nggak.. Kita juga melayani make over rambut.. Korban eh pelanggannya udah ada beberapa, seperti Hanun & Ditha contohnya.. Hasilnya? No comment dah, silahkan lihat sendiri. Oh iya salon Selep belom berani pedicure nih, apalagi kalo kaki pelanggannya kea saya gitu, wah kasian banget deh saya sama kapsternya, suer deh.
W: Ohahaha.. Ya sihhh. Oh ya, range harganya berapa nih?
C: Oh disini bayarannya nggak pake uang ya mbak yaa, saya aja kemaren itu bayar pake postingan blog, kapsternya alias Ipeh minta dia diceritain di postingan ini :p
Yah variatif lah, suka suka kapsternya ajah huehehe.
W: Last.. Apa yang mau anda katakan pada orang yang sedang membaca ini?
C: Buat anak anak Galan.. Butuh solusi? Butuh perawatan kecantikan? AYO BERKUNJUNG KE X-F! Anda susah, kami senang.. Eeekh maksudnya anda senang, kami susah.. Eh kok kesannya nggak enak ya.. Ya pokoknya gitu lah, haha..
W: ...
C: Halo mbak?
W: *tuut tuut*
C: Yailah si mbak, malah diputusin..

Saturday, October 18, 2008

Edric Tjandra is Good (Y)

Oh boi, gue nggak sabar nunggu Kambing Jantan the Movie. I hope it will be hilarious just like its book and its author. Haha. Dan lagi, yang meranin Harianto itu Edric Tjandra. Yep, Edric yang main di Extravaganza. Dan gue adalah fans barunya Edric, hihi :3
Oh yeah, sekarang rambut dia dipotong buat keperluan KJ the movie. Liat aja foto-fotonya di blognya Radith. Gue sendiri suka rambutnya pas sebelom dipotong ini. Cool. Gue juga suka mukanya, luchuw hehehe.
Hmm.. It's obvious that I've already added him into 'my favorite stars' list.