Tuesday, August 18, 2020

Penting Nggak Penting: Peran Gender di Rumah Tangga

Ooh, moving to a more intricate topic, aren't we? Disclaimer: I'm most likely not qualified yet to talk about this topic, so you should not take this post at face value. It's just what *I* thought.

Menghabiskan banyak waktu di Twitter berarti harus menyaksikan berbagai macam topik diributkan, salah satunya topik peran gender yang nggak ada habisnya ini. Rasanya hampir setiap tahun ada topik keributan langganan: "apakah istri yang harusnya masak/menyiapkan makanan dalam rumah tangga?" dan nggak terkecuali tahun ini.

Beberapa waktu lalu, ada seorang istri yang upload foto-foto bekal makanan bikinannya yang ia kumpulkan dalam satu thread dan diberi tajuk "bekal buat suami". Rings a bell? Pasti lah ya, wong orang se-Twitter dari berbagai circle dan kelas mendadak jadi pada ngurusin ini. Nggak cuma foto, sang istri juga menyelipkan resep untuk masing-masing menu bekal tersebut. Dalam hitungan jam, thread-nya pun viral. Tapi sayang, thread yang awalnya viral secara positif ini (rightfully so, karena informatif dan fotonya menarik), lama-lama mengundang cibiran dan berujung jadi perdebatan panjang. Lots of people use this topic to spin the narrative about how toxic men are, and lots of people in return use this topic as a chance to shit on feminist movement in general. Lho, kok bisa?

It all boiled down to the title of thread itself: "bekal buat suami".