Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Tuesday, December 8, 2009

Love is 50:50

It's so easy to lit the sparks of jealousy into a burning flame of rage and resentment, but it's also easy to blow it out in just a few simple words.

It's so easy to hating someone as in loving someone.
But loving someone you hate or hating someone you love, sometimes not that easy.

He's my most effective medicine & my worse disease.

He's my constant mood-charger & my sudden mood-destroyer.

He's the water & the oil for the fire inside my heart.

He's my sweetest & bitterest drug ever.

Yeah, everything's balanced.
When there is a no, then there is a yes.
Just like 'take-and-give'.
Therefore, patience and high toleration is highly required in any type of relationship.

Right?

Sunday, July 19, 2009

They're Right.. *sigh*

I've just -this time permanently, I guess- lost a family member, err, my half brother I mean.
But when I lost one, I got a whole one.

When I was down and tell them about my problem,
Dea said: "Kita ini keluarga. Nggak ada internal-eksternal, kita semua satu,"

Needless to say, I've found my new family :')
Thanks banget buat anak-anak Capsis. Pesen gue, jaga komitmen dan ke-solid-an kalian, pleasejangan ada yang berkurang lagi lebih dari ini, kalo bisa pada balik dong yang bilangnya udah ngundurin diri, kecuali kalo emang pada pengen ada PC.

Banyak orang bilang.. "Lo baru ngerasa sakitnya kehilangan seseorang setelah lo kehilangan dia,"
Jadi, jaga baik-baik orang yang lo sayang selagi masih bisa.

Monday, June 1, 2009

Thoughts of Being Wrongfully Considered

Tell me, is it fair if peoples judge you wrong while they don't even know you better than your friends?

Halo dunia, dan kamu, iya termasuk kamu yang lagi baca tulisan ini, gue cuma pengen ngomong sesuatu.
Masih bersangkutan dengan postingan gue yang ini.
Pernah belajar sosiologi, 'kan? Kalo udah, pasti tau Teori Labeling yang di bab Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial pas kelas X, dong? Kalo nggak tau atau lupa, oke gue kasitau aja yaa.
"Menurut Edwin M. Lemert, seseorang melakukan perilaku menyimpang karena proses labeling (pemberian cap, julukan, predikat atau merek) yang diberikan masyarakat pada dirinya. Pada awalnya seseorang melakukan penyimpangan baik sengaja maupun tidak sengaja yang dinamakan penyimpangan primer (primary deviation). Dalam penyimpangan primer ini si pelaku masih diterima secara sosial. Namun seringkali pelaku penyimpangan primer itu mendapat julukan atau mengalami proses labeling dari masyarakat. Sebagai tanggapan terhadap pemberian cap oleh orang lain tersebut, pelaku penyimpangan kemudian mendefinisikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagi perilaku menyimpangnya atau melakukan penyimpangan sekunder (secondary deviation) sehingga ia mulai menganut suatu gaya hidup menyimpang." -dikutip dari buku Sosiologi gue-
Nah, dan menurut gue, itu mungkin agak sama kayak kondisi gue sekarang. Orang-orang sekarang ngecap gue player. Kalo gue jadi player beneran yang mau tanggung jawab siapa?
Terserah mereka lah, kalo mereka merasa dirinya hakim dan yang paling bener. Gue ngerasa kalo mereka cuma belom kenal gue aja. Coba kalo mereka kenal gue dari SMP, apa mereka bakal ngomong kayak gitu? Mereka 'kan nggak tau gimana sabarnya gue menghabiskan 3 taun masa SMP gue dengan setia sama cuma 2 orang cowok (masing-masing 1,5 taun) terus dikecewain dan patah hati terus? Kalo perlu baca postingan gue tentang si Cunguk yang ini ini ini dan ini deh buat detailnya. Terus sekarang mereka bilang gue player? Hahaha, pas gue ceritain ke temen gue yang udah agak lama kenal gue aja dia sampe ketawa gitu -,-
Gue, pada dasarnya, sangat-amat sensitif sama apa yang orang pikirin tentang gue. Ini juga yang menyebabkan kadang gue suka nggak PD an. Tapi kali ini gue nggak bisa diem lah kalo mereka udah nge judge gue kayak gitu, dan yang gue kecewa ternyata ada salah satu orang yang cukup gue respekin nge judge gue kayak gitu juga. Waktu telponan sama Luna kemaren, gue sempet nanya-nanya dikit sama dia dan ternyata dia sempet mengalami kurang lebih hal yang sama; dia di cap nggak enak sama orang gara-gara gaulnya sama cowok terus. Gue pikir; laaaah emang salah kalo gaul sama cowok? Kenapa sih sama orang-orang sekarang? *sigh*
Oke mungkin tindakan gue ngebacot disini terbilang pengecut ya. Gue juga sadar kalo gue juga salah. Tapi seandainya di pengadilan ya, gue bakal ngeluarin semua yang tertahan di pikiran gue, speak up, dan temen-temen gue yang udah ngerti gue aslinya kayak apa bakal gue bawa semuanya buat jadi saksi! Halah, jadi esmosi gini lagi kan gue. Gue bukannya nggak suka nerima kritikan, gue malah suka kok, karena kritikan itu kan ada biar kita bisa evaluasi/instrospeksi diri. Tapi apa kabar kalo kritikannya asal gitu? Ke laut aja!

Cessi is signing out, ciao!

Friday, April 17, 2009

I Love This Part


If it's a broken part, replace it

If it's a broken arm, then brace it
If it's a broken heart, then face it


--- taken from Jason Mraz's Details in The Fabric lyrics

Sunday, September 14, 2008

Menjadi Dewasa Itu Susah, Iya Kan?

Hehehe, ada yang mratiin age di profile gue berapa? Pasti....... Ga ada yang mratiin.
Ya udah kalo ga ada, gue cuma mau kasitau info (gak) penting yang agak ketinggalan, bahwa umur gue resmi menjadi 15 TAHUN pada tanggal 9 September kemaren. Ya, 15 tahun. Makin tua aja gue..

15 tahun, artinya dua taun lagi umur gue jadi 17.. Umur yang, cukup dikatakan dewasa. Kita udah bisa bikin KTP. Bikin SIM (kalo ini sih gue ga bakal bikin, naik otopet aja masih dipegangin kea balita kena polio).. Intinya, kira2 dalam waktu tiga tahun lagi gue akan bener2 bergabung sama masyarakat. Waduh waduh. Sedangkan.. Di usia gue yang 15 ini, ego gue masih kea anak kecil. Masih cengeng. Masih egois. Masih minta diturutin terus. Masih berpikiran pendek. Kalo kea gini.. Kapan gue mau jadi dewasa? Yang gue tau, jadi dewasa itu berat.. Salah satunya, ego HARUS bisa dikalahin. Dan ini sedikit menyulitkan buat gue.. Haha.
Oh iya, sifat prokrastinator (dari kata procrastination, artinya suka nunda2 segala sesuatu) gue, masiiiih aja ada. Malah makin parah. Buktinya jam segini gue masih santainya online, headbanging, tiduran.. Padahal besoknya tuh ya, gue ujian blok. Tiga pelajaran pula, kimia, sejarah, geografi. Dapat anda bayangkan, berapa waktu yang harus saya tempuh untuk memasukkan materi2 tersebut ke dalam otak saya!! Oh no, kepala gue lama2 bisa pecah.


Gue bener2 butuh waktu.. Untuk membenahi semuanya.